INDOTORIAL.COM - ENDE, – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung dan menguatkan, bukan justru menjadi pesaing bagi usaha masyarakat yang telah lebih dahulu berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Wapres saat berdialog dengan warga di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Gibran, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih harus dirancang secara matang agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat roda perekonomian desa secara berkelanjutan.
“Jangan sampai juga bersaing dengan BUMDes, bersaing dengan toko-toko kelontong warga. Pastikan ini menjadi satu ekosistem yang saling mengisi,” tegas Gibran di hadapan warga.
Wapres menilai keberhasilan program KDMP tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik atau operasional koperasi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam membangun sinergi dengan pelaku usaha yang sudah ada di desa.
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Harus Dikaji Matang
Dalam kesempatan tersebut, Gibran meminta kepala desa, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperhatikan secara serius penentuan lokasi Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, pemilihan lokasi yang kurang tepat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga aktivitas pendidikan di sekitar area pembangunan.
“Pak Kades, Pak Bupati, diperhatikan benar lokasi koperasinya itu ada di mana. Apakah ada pihak yang dirugikan, dampaknya seperti apa harus dikaji benar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan koperasi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di sekitar lokasi.
“Jangan sampai adik-adik ini terganggu dalam proses belajar-mengajarnya. Segera ditentukan lokasi barunya dan kalau sudah ditentukan, tentunya dengan berdiskusi dengan warga, segera dibangun,” katanya.
Libatkan Warga dalam Setiap Tahap Perencanaan
Kepada awak media, Wapres kembali menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, masyarakat harus dilibatkan sejak awal dalam proses pengambilan keputusan, terutama terkait penentuan titik pembangunan koperasi agar tidak menimbulkan konflik maupun kerugian bagi warga.
“Tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji, melibatkan warga, diskusi dengan warga, jangan sampai ada yang terdampak, jangan sampai ada yang dirugikan,” ujar Gibran.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan seluruh program prioritas pemerintah dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru di tingkat lokal.
Gibran menegaskan bahwa pemerintah daerah, aparat desa, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam memastikan program-program prioritas berjalan efektif hingga ke pelosok Indonesia.
“Kita ingin memastikan programnya Pak Presiden berjalan dengan baik, terutama sekali di area yang jauh seperti ini,” katanya.
Mahasiswa Diajak Melihat Langsung Kondisi Daerah 3T
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga mengajak sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah 3T sekaligus memantau implementasi program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rapid Bena Matin, mengaku memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan pembangunan di daerah terpencil setelah mengikuti kunjungan tersebut.
“Di sini kami bisa melihat secara langsung bagaimana kenyataan di lapangan bahwasannya di daerah 3T yang jauh. Kami hidup di perkotaan dengan segala akses yang mudah, dan di sini kami bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakat, khususnya dalam program-program prioritas Presiden seperti MBG atau KDMP,” ujarnya.
Ia menilai program-program prioritas pemerintah perlu mendapatkan perhatian lebih besar di wilayah 3T guna mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis berperan penting dalam upaya pencegahan stunting, sementara Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Program-program prioritas Presiden seperti makan bergizi gratis bagi anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting, serta pemerataan ekonomi masyarakat melalui KDMP, harus diprioritaskan dan diutamakan di daerah-daerah 3T ini,” pungkasnya.
(Indotorial.com)
