Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian dan Perkuat Toleransi di Perayaan Waisak Nasional 2026

1 Juni 2026, 17:27 WIB

 

Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian dan Perkuat Toleransi di Perayaan Waisak Nasional 2026

INDOTORIAL.COM - MAGELANG, – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta menjaga persaudaraan lintas agama sebagai fondasi penting dalam pembangunan bangsa.


Ajakan tersebut disampaikan Wapres saat menghadiri peringatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhist Era (B.E.) Tahun 2026 yang digelar di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam (31/5/2026).


Peringatan Waisak Nasional tahun ini mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Tema tersebut dinilai relevan dalam memperkuat nilai-nilai kebajikan, kebijaksanaan, serta kasih sayang di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis dan kompleks.


Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa perayaan Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga simbol kuat kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman.


“Perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” ujar Gibran.


Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa besar membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Buddha, memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat semangat kebangsaan.


Wapres juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti cinta kasih (metta), kasih sayang (karuna), dan kebijaksanaan (panna) dinilai sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan modern.


“Saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” tegasnya.


Sementara itu, melalui tayangan video yang diputar dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Waisak Nasional 2026. Presiden menilai perayaan Waisak bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.


Presiden berharap tema Waisak tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Semangat Waisak tahun ini hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur Presiden Prabowo.


Usai sambutan, rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Yang Mulia Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera. Suasana semakin khidmat dengan penampilan paduan suara bertema Waisak, pertunjukan tari budaya, hingga atraksi drone yang menghiasi langit kawasan Borobudur.


Salah satu momen yang paling dinantikan dalam peringatan Waisak Nasional 2026 adalah prosesi Pelepasan Lentera Perdamaian. Dalam prosesi tersebut, Wapres Gibran turut menyalakan obor dan melepas lampion sebagai simbol pencerahan, kebijaksanaan, serta kasih sayang yang menjadi inti ajaran Buddha.


Pelepasan lentera ke langit juga dimaknai sebagai simbol harapan, transformasi diri, dan komitmen untuk terus menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta perdamaian kepada sesama. Prosesi ini menjadi puncak perayaan yang sarat makna dan mendapatkan perhatian ribuan peserta yang hadir.


Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 B.E. menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperdalam pemahaman terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Agung, dan Maha Parinibbana.


Melalui peringatan ini, umat Buddha diajak untuk mengaktualisasikan ajaran Dharma dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat semangat toleransi, kasih sayang, dan harmoni sosial sebagai fondasi terciptanya perdamaian dunia.


Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Thailand untuk ASEAN Prinat Apirat, Minister Counselor Hathaichanok Riddhagni Frumau, Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo, Ketua Umum WALUBI Hartati Murdaya, serta berbagai tokoh agama Buddha dari dalam dan luar negeri.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas