INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem kesehatan nasional terus menunjukkan hasil nyata. Berbagai program prioritas kesehatan yang dijalankan pemerintah kini telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di seluruh Indonesia, mulai dari layanan Cek Kesehatan Gratis, penanggulangan tuberkulosis (TBC), hingga peningkatan fasilitas rumah sakit di daerah.
Perkembangan tersebut dilaporkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan itu, Menkes menyampaikan capaian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win yang menjadi bagian dari agenda transformasi sektor kesehatan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang telah memberikan dampak signifikan adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut berhasil menjangkau lebih dari 70 juta penduduk sepanjang tahun 2025.
Sementara pada tahun 2026, jumlah peserta yang telah memanfaatkan layanan ini mencapai lebih dari 42,3 juta orang yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada deteksi dini penyakit, pemerintah kini memperluas manfaat program tersebut dengan memberikan layanan pengobatan dan pemantauan kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes.
“Program CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan kesehatan saja. Mulai tahun ini, petugas Puskesmas juga melakukan pengobatan, pemberian obat, serta monitoring secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Teddy dalam keterangannya.
Selain program CKG, pemerintah juga mencatat perkembangan positif dalam upaya penanggulangan TBC yang menjadi salah satu fokus utama sektor kesehatan nasional. Program ini berhasil meningkatkan deteksi kasus secara lebih agresif sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Menurut laporan yang diterima Presiden Prabowo, estimasi jumlah kasus TBC pada tahun 2026 berhasil ditekan menjadi sekitar 1,08 juta kasus. Pemerintah juga menghadirkan inovasi layanan melalui integrasi pemeriksaan TBC dengan program CKG.
Tak hanya itu, layanan one-stop service (OSS) di tingkat Puskesmas kini memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan skrining, diagnosis, hingga pengobatan TBC dalam satu hari dan di satu lokasi yang sama. Langkah ini dinilai mampu mempercepat proses penanganan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
Di bidang infrastruktur kesehatan, pemerintah terus melakukan peningkatan kualitas layanan rumah sakit daerah. Salah satu program strategis yang sedang berjalan adalah peningkatan status 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil dari Kelas D menjadi Kelas C.
Program ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas bagi masyarakat di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan modern.
Pada tahun 2025, sebanyak 20 dari 22 RSUD yang menjadi target pembangunan telah selesai dibangun dan 10 rumah sakit di antaranya sudah mulai beroperasi. Sementara itu, pada tahun 2026, sebanyak 14 dari 20 RSUD yang direncanakan telah memasuki tahap pembangunan. Pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan 24 RSUD tambahan pada tahun 2027.
Selain pembangunan rumah sakit, pemerintah turut memperkuat layanan kesehatan melalui distribusi alat kesehatan modern ke berbagai daerah. Sebanyak 905 alat kesehatan utama telah disalurkan ke 258 kabupaten dan kota di Indonesia.
Peralatan tersebut meliputi Cathlab, CT Scan, Mamografi, MRI, hingga Linear Accelerator (Linac) yang berperan penting dalam diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi juga melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura di Papua telah selesai dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo. Rumah sakit ini diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan untuk kawasan timur Indonesia sekaligus mendukung pelayanan kesehatan bagi wilayah Pasifik dan Oseania.
Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di Riau telah mencapai progres 85 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan program revitalisasi RSUD di 514 kabupaten dan kota, termasuk pembenahan tata kelola layanan kesehatan. Selain itu, revitalisasi 10.000 Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kecamatan dan kelurahan akan menjadi bagian penting dari transformasi layanan kesehatan nasional.
Langkah-langkah tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, merata, modern, dan mudah diakses seluruh masyarakat Indonesia. Dengan pemerataan fasilitas dan layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat terus meningkat serta akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.
(Indotorial.com)
