Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dengarkan Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Dari Tak Bisa Membaca hingga Kembali Bersekolah

8 Juni 2026, 17:45 WIB

 

Prabowo Dengarkan Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Dari Tak Bisa Membaca hingga Kembali Bersekolah

INDOTORIAL.COM – Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026), menghadirkan momen penuh haru sekaligus menjadi bukti nyata manfaat program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu.


Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo tidak hanya meninjau fasilitas pendidikan, tetapi juga mendengarkan secara langsung berbagai kisah perjuangan, harapan, dan rasa syukur dari siswa maupun calon siswa yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program tersebut.


Salah satu momen yang menarik perhatian datang dari Bagus, calon siswa Sekolah Rakyat yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden atas hadirnya program pendidikan tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat telah membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak.


Di hadapan Presiden Prabowo, Bagus mengaku kesulitan mengungkapkan besarnya rasa syukur yang dirasakan keluarganya. Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi banyak anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ekonomi.


“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini,” ujar Bagus.


Tak hanya mendengar ungkapan terima kasih, Presiden Prabowo juga menyaksikan langsung perkembangan salah satu siswa Sekolah Rakyat bernama Rizky. Kisah Rizky menjadi salah satu gambaran nyata dampak program tersebut terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.


Rizky menceritakan bahwa saat masih duduk di bangku sekolah dasar, dirinya belum mampu membaca dengan baik. Namun melalui bimbingan intensif dari guru, wali asuh, dan wali asrama di Sekolah Rakyat, ia kini berhasil membaca dengan lancar.


Di hadapan Presiden dan para tamu yang hadir, Rizky bahkan menunjukkan kemampuannya membaca sebagai bukti perkembangan yang telah dicapainya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.


Suasana haru juga terlihat ketika calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo. Sang ibu mengaku bersyukur karena putrinya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.


Bagi keluarga mereka, kesempatan tersebut menjadi harapan besar untuk masa depan yang lebih baik. Martini menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.


Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut berbincang dengan Kadek Dewi Lestari yang memiliki cita-cita menjadi guru tari. Kepala Negara memberikan motivasi agar ia terus belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih impiannya.


“Belajar yang baik ya, nanti belajar yang baik ya,” pesan Presiden Prabowo kepada Kadek.


Selain itu, kisah mengharukan juga datang dari Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun yang sempat berhenti sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar akibat keterbatasan ekonomi keluarga.


Putri seorang petani tersebut mengaku memiliki keinginan kuat untuk kembali menempuh pendidikan. Kesempatan itu akhirnya datang ketika ia mendapatkan informasi mengenai program Sekolah Rakyat yang membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Aryani mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias ketika mendapat kesempatan untuk kembali belajar setelah dua tahun tidak bersekolah. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program yang memberinya peluang untuk melanjutkan pendidikan.


Kisah-kisah yang disampaikan para siswa dan calon siswa tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana program Sekolah Rakyat mampu memberikan harapan baru bagi masyarakat. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga membantu mereka mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan akademik, serta membangun masa depan yang lebih baik.


Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, tanpa terhalang oleh kondisi ekonomi keluarga. Kehadiran Presiden Prabowo di SRMP 17 Tabanan pun menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap upaya pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas