Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Ekonomi Nasional Harus Berlandaskan Nilai Pancasila

2 Juni 2026, 17:29 WIB

 

Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Ekonomi Nasional Harus Berlandaskan Nilai Pancasila

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).


Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dokumen sejarah atau sekadar slogan yang diucapkan dalam berbagai seremoni kenegaraan. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.


Presiden menilai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah memastikan pembangunan ekonomi berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila, yakni keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, dan keberpihakan kepada rakyat.


“Pembangunan ekonomi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita harus jujur melihat berbagai tantangan dan kelemahan yang masih kita hadapi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.


Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Secara Merata


Prabowo mengakui bahwa Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan selama beberapa dekade terakhir. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut masih perlu terus diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.


Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat kondisi yang ada secara objektif dan tidak hanya berfokus pada angka-angka pertumbuhan semata. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari tingkat pemerataan dan keadilan yang dirasakan rakyat.


“Indonesia memang tumbuh secara ekonomi, tetapi pertanyaan pentingnya adalah apakah hasil pertumbuhan itu sudah dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.


Kekayaan Alam Indonesia Harus Memberikan Nilai Tambah Bagi Rakyat


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara penghasil berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, hingga logam tanah jarang.


Selain itu, Indonesia juga menjadi produsen utama kelapa sawit, batu bara, dan berbagai komoditas pertanian penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.


Presiden bahkan menyinggung capaian Indonesia dalam sektor pangan yang dinilai semakin kuat di tengah tantangan global yang dihadapi banyak negara.


Meski memiliki kekayaan alam yang melimpah, Prabowo mengakui bahwa selama bertahun-tahun nilai tambah dari pengelolaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar keuntungan masih mengalir ke luar negeri, sementara rakyat belum sepenuhnya menjadi pelaku utama dalam mengelola kekayaan bangsanya sendiri.


Transformasi Ekonomi Menuju Ekonomi Pancasila


Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa salah satu tugas utamanya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah melakukan transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh. Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi yang benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila.


Menurutnya, ekonomi Pancasila bukan sekadar konsep teoritis, melainkan langkah nyata untuk memastikan kekayaan nasional dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.


Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi ke depan harus mampu menciptakan kemandirian bangsa, memperkuat pemerataan kesejahteraan, dan menjaga kedaulatan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.


Momentum Hari Lahir Pancasila 2026, lanjutnya, harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan pembangunan.


Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama, Presiden optimistis Indonesia dapat mewujudkan cita-cita menjadi negara yang lebih adil, makmur, berdaulat, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali.


Bagi Prabowo, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan tersebut berdasarkan prinsip keadilan sosial dan semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas