Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Ziarah ke Makam Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, Hadiri Haul ke-55 Mbah Wahab

11 Mei 2026, 17:36 WIB

 

Wapres Gibran Ziarah ke Makam Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, Hadiri Haul ke-55 Mbah Wahab

INDOTORIAL.COM - JOMBANG – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka memulai kunungan kerjanya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/05/2026), dengan melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Wahab.


Kunjungan tersebut dilakukan sebelum Wapres menghadiri Peringatan Haul ke-55 Mbah Wahab di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Kehadiran Wapres Gibran menjadi bentuk penghormatan pemerintah terhadap jasa para ulama sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dengan kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama.


Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta sinergi antara pemerintah dan tokoh-tokoh keagamaan dalam menjaga persatuan bangsa.


Setibanya di area makam, Wapres Gibran disambut langsung oleh keluarga besar Mbah Wahab. Di antaranya K.H. Hasib Wahab, K.H. Cholid Mas’ud, H. Romahurmuziy, dan H. Syaifuddin. Suasana hangat dan penuh khidmat tampak mengiringi prosesi ziarah tersebut.


Dalam kesempatan itu, Wapres memanjatkan doa untuk mengenang perjuangan dan pengabdian Mbah Wahab bagi umat Islam, bangsa, dan negara. Gibran juga melakukan tabur bunga di pusara ulama besar NU tersebut.


Prosesi ziarah berlangsung khusyuk dan diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, tokoh masyarakat, hingga pejabat daerah yang turut hadir mendampingi.


Sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Abdul Wahab Chasbullah dikenal memiliki peran besar dalam memperjuangkan persatuan umat Islam serta kemerdekaan Indonesia. Sosoknya juga dikenal aktif membangun pendidikan pesantren yang mengedepankan nilai-nilai Islam moderat, nasionalisme, dan cinta tanah air.


Mbah Wahab lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. Ia merupakan putra pasangan K.H. Hasbullah Said, pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, dan Nyai Latifah. Dari garis keturunannya, Mbah Wahab disebut memiliki hubungan dengan Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V.


Tak hanya dikenal sebagai ulama dan tokoh perjuangan, Mbah Wahab juga dikenang melalui karya monumentalnya berupa lagu “Syubbanul Wathan” atau yang populer dengan sebutan “Ya Lal Wathon”. Lagu yang diciptakannya pada tahun 1934 itu menjadi simbol semangat nasionalisme di kalangan warga Nahdliyin.


Lirik lagu tersebut mengandung pesan kuat bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Hingga saat ini, “Ya Lal Wathon” masih sering dinyanyikan dalam berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga acara kebangsaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.


Mbah Wahab wafat pada 29 Desember 1971 di Jombang dalam usia 83 tahun. Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa, pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2014 melalui keputusan Presiden Joko Widodo.


Dalam kegiatan ziarah dan haul tersebut, Wapres Gibran turut didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.


Kehadiran para pejabat negara dalam haul Mbah Wahab menunjukkan besarnya penghormatan terhadap peran ulama dan pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia. Selain menjadi momentum mengenang jasa para pendiri bangsa, kegiatan ini juga memperkuat nilai persatuan, kebangsaan, dan moderasi beragama di tengah masyarakat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas