Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo Subianto Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi, Indonesia Siapkan Program Surya 100 Gigawatt

10 Mei 2026, 21:16 WIB

 

Prabowo Subianto Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi, Indonesia Siapkan Program Surya 100 Gigawatt

INDOTORIAL.COM - CEBU — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap ketahanan energi kawasan. Seruan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo, Jumat (8/5/2026).


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti kondisi geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk gangguan berkepanjangan pada jalur-jalur perdagangan dan distribusi energi dunia. Situasi tersebut, menurutnya, telah memberi tekanan serius terhadap stabilitas energi di berbagai negara ASEAN.


“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Presiden Prabowo.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa isu ketahanan energi ASEAN kini menjadi perhatian utama di tengah ancaman krisis global yang terus berkembang. Presiden menilai, kawasan Asia Tenggara tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan reaktif dalam menghadapi tantangan energi.


Menurut Presiden Prabowo, ASEAN perlu membangun sistem ketahanan energi yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.


“ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke masa depan,” tegasnya.


Dalam forum KTT ASEAN tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa diversifikasi energi kini bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan oleh seluruh negara anggota ASEAN.


Ia mendorong negara-negara di kawasan untuk mempercepat pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan krisis energi global di masa depan.


“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” lanjut Presiden.


Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah mempercepat berbagai program strategis di sektor energi nasional. Langkah tersebut mencakup pengembangan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, hingga pembangunan proyek energi surya berskala besar.


Salah satu program ambisius yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan pembangkit energi surya berkapasitas 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.


“Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun,” paparnya.


Langkah Indonesia tersebut dinilai dapat menjadi contoh konkret bagi negara-negara ASEAN dalam mempercepat transformasi energi berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan energi domestik, pengembangan energi hijau juga diyakini mampu menciptakan peluang ekonomi baru, investasi hijau, serta lapangan kerja di kawasan.


Melalui forum KTT ASEAN ke-48 ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan arsitektur energi kawasan yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.


Presiden Prabowo pun mengajak seluruh negara ASEAN untuk memperkuat kolaborasi regional demi menghadapi tantangan energi global yang semakin dinamis. Menurutnya, kerja sama antarnegara menjadi kunci utama agar ASEAN mampu menjaga stabilitas energi sekaligus mempercepat transisi menuju masa depan energi bersih.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas