INDOTORIAL.COM - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran strategis di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam menjaga stabilitas dan memperluas kerja sama regional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan Wakil Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos, Thongsavan Phomvihane, yang berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Selasa (05/05/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Laos, yang selama ini telah terjalin erat. Sebagai sesama anggota ASEAN, kedua negara memiliki posisi strategis dalam mendorong solidaritas kawasan serta menghadapi berbagai tantangan global secara kolektif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama regional menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri M. Anis Matta yang menegaskan pentingnya faktor geografis dalam memperkuat kolaborasi antarnegara di kawasan.
“Di tengah goncangan geopolitik yang ada sekarang ini, faktor geografi memainkan peranan yang sangat penting. Karena itu, penguatan kerja sama ASEAN, termasuk dengan Laos, menjadi sangat krusial,” ujar Anis dalam keterangannya kepada media usai pertemuan.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama Indonesia dan Laos ke depan adalah sektor ketahanan pangan. Agenda ini menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo, yang menempatkan kemandirian pangan sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional dan regional.
Anis mengungkapkan bahwa rencana investasi Indonesia di Laos akan diarahkan untuk mendukung penguatan sektor pangan, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan ekosistem pendukungnya.
“Investasi yang kita rencanakan di Laos ini berhubungan langsung dengan agenda prioritas pemerintah, yaitu ketahanan pangan,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, menyampaikan bahwa Wakil Presiden juga memberikan arahan khusus terkait penjajakan peluang kerja sama di sektor pupuk. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung hilirisasi industri serta memperkuat ekosistem pangan secara menyeluruh.
“Bapak Wakil Presiden meminta kami di BP BUMN dan Danantara untuk menjajaki peluang investasi, khususnya dalam hilirisasi di bidang pupuk. Ini penting untuk mewujudkan visi Presiden terkait kedaulatan dan ketahanan pangan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat regional Asia Tenggara,” ungkap Aminuddin.
Kerja sama di sektor pupuk ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di kawasan. Dengan demikian, Indonesia dan Laos tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan regional yang berkelanjutan.
Pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting dari kedua negara, antara lain Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay, Direktur Jenderal ASEAN Kementerian Luar Negeri Laos Sengdavanh Vongxay, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Laos Bounthanongsack Chanthalath.
Sementara dari pihak Indonesia, turut mendampingi Wapres antara lain Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto dan Pelaksana Tugas Sekretaris Wapres Al Muktabar.
Dengan semakin eratnya kerja sama Indonesia dan Laos, langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus membuka peluang baru dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di masa depan.
(Indotorial.com)
