Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire, Dorong Percepatan Infrastruktur Papua Tengah

20 April 2026, 17:15 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire, Dorong Percepatan Infrastruktur Papua Tengah

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap pengembangan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin (20/04/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.


Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya konektivitas udara. Langkah tersebut dinilai krusial dalam mewujudkan pemerataan pembangunan serta membuka akses bagi wilayah-wilayah terpencil di Indonesia Timur.


Setibanya di lokasi, Wapres disambut oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pemangku kepentingan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis terkait kondisi dan rencana pengembangan bandara.


Kepala Bidang Penerbangan/Bandar Udara Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong menjelaskan bahwa Bandara Douw Aturure saat ini dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire. Bandara tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penting, baik di sisi udara maupun sisi darat.


“Fasilitas sisi udara meliputi runway, apron atau area parkir pesawat, taxiway sebagai jalur pergerakan pesawat, hingga runway strip sebagai area pengaman. Sementara itu, sisi darat mencakup terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse sebagai pusat listrik bandara, serta bangunan penunjang lainnya,” jelasnya.


Ia menambahkan, perkembangan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah telah mendorong peningkatan signifikan kebutuhan transportasi udara. Hal ini membuat pemerintah daerah bersama pemerintah pusat mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas bandara.


“Pemerintah Papua Tengah telah melakukan kerja sama melalui MoU dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk pengembangan bandara ini, termasuk berpartisipasi dalam pembangunannya,” ujarnya.


Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah perpanjangan landasan pacu (runway) dari sebelumnya 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan peningkatan tersebut, Bandara Douw Aturure kini sudah mampu melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing, meskipun sebagian fasilitas masih menggunakan standar pesawat jenis ATR.


“Terminal yang ada saat ini masih berstandar ATR, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut agar sesuai dengan standar pesawat Boeing,” tambah Ricky.


Ke depan, sejumlah rencana pengembangan telah disiapkan, mulai dari pelebaran runway, perluasan apron, pengembangan terminal penumpang, hingga pembangunan garbarata. Selain itu, peningkatan fasilitas pendukung seperti pengadaan mobil pemadam kebakaran dengan standar yang lebih tinggi juga menjadi perhatian utama.


Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan pengembangan Bandara Douw Aturure agar mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan transportasi udara di Papua Tengah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang optimal.


Menurutnya, pengembangan bandara tidak hanya berdampak pada konektivitas antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam memperlancar distribusi logistik, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala BP3OKP Papua Tengah Petrus Waine, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.


Dengan percepatan pengembangan Bandara Douw Aturure, diharapkan Papua Tengah semakin terhubung dengan wilayah lain di Indonesia, sekaligus menjadi pintu masuk baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan timur.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas