Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Terima Audiensi Ponpes Miftahul Huda II, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren Berbasis Digital

28 April 2026, 17:27 WIB

 

Wapres Gibran Terima Audiensi Ponpes Miftahul Huda II, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren Berbasis Digital

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda II Bayasari, Ciamis, di Istana Wapres, Jakarta, Senin (27/04/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren.


Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Rombongan dipimpin oleh Dewan Kiai K.H. Iqbal Syihabudin yang menyampaikan langsung tujuan kunjungan mereka ke Istana Wapres. Salah satu agenda utama adalah mengundang Wapres untuk menghadiri kegiatan reuni alumni yang rutin digelar oleh Himpunan Alumni Miftahul Huda II (HAMIDU).


“Kami dari pesantren rutin mengadakan reuni alumni melalui HAMIDU. Tahun ini akan dilaksanakan pada 29 sampai 31 Mei 2026, dengan berbagai rangkaian acara. Kami mengundang Pak Wapres untuk hadir memberikan pengarahan sekaligus bersilaturahmi dengan para santri,” ujar Kiai Iqbal usai pertemuan.


Kegiatan reuni tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar alumni, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat jejaring dan kontribusi alumni dalam pengembangan pesantren. Kehadiran Wapres diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus perspektif baru bagi para santri dan alumni dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berbasis teknologi.


Selain agenda reuni, pihak pesantren juga menyampaikan rencana strategis mereka dalam mengembangkan pendidikan formal melalui pendirian perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memproses pendirian Perguruan Tinggi An-Nawawi yang akan diluncurkan bersamaan dengan kegiatan reuni alumni.


“Kami juga sedang dalam proses pendirian perguruan tinggi. Rencananya, Perguruan Tinggi An-Nawawi akan di-launching saat reuni alumni. Kami berharap Pak Wapres berkenan untuk meresmikannya,” tambahnya.


Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menyambut baik berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda II. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi, termasuk di lingkungan pesantren.


Gibran juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) dalam proses pembelajaran. Menurutnya, santri harus dibekali dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman agar mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.


“Pak Wapres sangat antusias dengan program yang berkaitan dengan pendidikan digital dan AI. Nantinya, pengarahan yang diberikan juga akan langsung menyentuh program-program tersebut untuk anak didik dan masyarakat,” jelas Kiai Iqbal.


Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjembatani tradisi pendidikan pesantren dengan kebutuhan era digital. Dengan integrasi teknologi, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu mencetak generasi yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.


Turut hadir dalam audiensi tersebut antara lain Koordinator Alumni K.H. Ade Hidayat, Ketua Gerakan Santri Indonesia (GSI) Jawa Barat Dian Prayoga, serta Ikin Syodikin. Kehadiran berbagai tokoh ini semakin menegaskan kuatnya kolaborasi antara alumni, organisasi, dan pesantren dalam mendorong kemajuan pendidikan.


Pertemuan ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan terus diperkuat. Dengan dukungan kebijakan dan pemanfaatan teknologi, pesantren diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mencetak SDM unggul Indonesia di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas