INDOTORIAL.COM - Kunjungan kerja Gibran Rakabuming Raka di wilayah timur Indonesia terus berlanjut. Dalam rangkaian agenda di Papua Barat Daya, Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut mengunjungi Kabupaten Raja Ampat pada Rabu (22/04/2026). Kedatangan Wapres disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat setempat melalui rangkaian prosesi adat yang sarat makna budaya.
Setibanya di Bandara Marinda, rombongan Wapres langsung disuguhkan pertunjukan Tari Gale-Gale yang dibawakan oleh sekitar 20 penari. Tarian tradisional ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut. Suasana penyambutan pun berlangsung meriah namun tetap khidmat, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga dengan baik.
Tidak hanya disambut dengan tarian, Wapres Gibran juga mengikuti prosesi adat Mansorandak yang dipimpin langsung oleh seorang Tetua Adat. Dalam ritual tersebut, digelar tikar anyaman dari pelepah sagu yang dikenal sebagai senat, kemudian dilapisi kain putih sebagai simbol kesucian. Di atasnya diletakkan berbagai perlengkapan adat seperti piring, sirih, pinang, kapur, bunga, noken, hingga topi tradisional khas Papua yang disebut kayafyof.
Sebagai bagian penting dari prosesi Mansorandak, Wapres menerima piring adat sebagai simbol penerimaan masyarakat, sekaligus dipakaikan topi dan noken oleh Tetua Adat. Ritual ini memiliki makna mendalam, yakni sebagai bentuk penghormatan serta penanda bahwa tamu yang datang telah diterima sebagai bagian dari masyarakat Raja Ampat.
Prosesi Mansorandak sendiri merupakan tradisi yang diperuntukkan bagi tokoh atau tamu penting yang pertama kali menginjakkan kaki di wilayah Raja Ampat. Ritual ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat dengan doa dan harapan. Dalam setiap rangkaiannya, dipanjatkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta leluhur setempat agar tamu yang datang diberikan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan selama berada di tanah Papua.
Dalam sambutannya, Tetua Adat menyampaikan harapan agar kehadiran Wapres Gibran membawa dampak positif bagi masyarakat Raja Ampat. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan spiritual dari alam dan leluhur setempat bagi seluruh rombongan.
“Selamat datang di Raja Ampat dan kami lakukan prosesi Mansorandak ini agar Bapak Wakil Presiden bersama rombongan menjadi bagian dari kami di Raja Ampat dan selalu dalam perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Tetua Adat dalam prosesi tersebut.
Penyambutan adat ini menjadi cerminan kuatnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Papua yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap tamu. Selain itu, momen ini juga memperlihatkan eratnya hubungan antara pemerintah pusat dengan masyarakat daerah, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Turut hadir menyambut kedatangan Wapres di Bandara Marinda antara lain Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, serta sejumlah unsur Forkopimda setempat. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda kunjungan kerja Wapres di daerah tersebut.
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu. Kehadiran para pejabat ini menandakan pentingnya kunjungan tersebut dalam mendorong percepatan pembangunan dan penguatan hubungan pemerintah dengan masyarakat Papua.
Kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Raja Ampat. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Raja Ampat memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur.
(Indotorial.com)
