Iklan

Iklan

,

Iklan

Target Renovasi 70 Ribu Sekolah di 2026, Prabowo Subianto Percepat Transformasi Infrastruktur Pendidikan

30 April 2026, 17:20 WIB

 

Target Renovasi 70 Ribu Sekolah di 2026, Prabowo Subianto Percepat Transformasi Infrastruktur Pendidikan

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan, khususnya melalui program renovasi sekolah dalam skala besar di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan saat Kepala Negara meninjau langsung hasil renovasi di SMAN 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa program renovasi sekolah telah dimulai sejak tahun sebelumnya dengan capaian sekitar 17.000 sekolah yang diperbaiki di berbagai daerah. Namun, pada tahun 2026 ini, pemerintah meningkatkan target secara signifikan menjadi 70.000 sekolah yang akan direnovasi.


“Tahun yang lalu kita sudah memperbaiki sekitar 17.000 sekolah di seluruh Indonesia. Tapi untuk tahun 2026, kita tingkatkan menjadi 70.000 sekolah. Tahun depan, saya akan usahakan keras minimal 100.000 tambahan sekolah. Saya perhitungkan, akhir 2028 semua sekolah di Indonesia sudah kita perbaiki,” ujar Presiden Prabowo.


Langkah ambisius ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional. Tak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas pendidikan agar mampu menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.


Menurutnya, sekolah yang layak, aman, dan modern merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan fasilitas yang memadai, para siswa dan tenaga pendidik diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.


“Kita tidak hanya memperbaiki bangunan, tapi juga meningkatkan kualitas dan fasilitas sekolah di seluruh Indonesia. Pendidikan adalah kunci kebangkitan suatu bangsa,” tegasnya.


Program renovasi sekolah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi tantangan global. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden menyampaikan optimismenya terhadap posisi Indonesia yang relatif stabil dan damai.


Ia menyinggung kondisi global yang saat ini diwarnai berbagai konflik di sejumlah wilayah, namun Indonesia dinilai tetap memiliki kekuatan untuk bertahan dan terus berkembang.


“Di tengah krisis dunia yang luar biasa, dengan konflik di berbagai kawasan seperti Ukraina, Gaza, hingga Iran, kita patut bersyukur Indonesia tetap dalam keadaan baik dan damai,” ungkap Presiden.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari pelajar hingga tenaga pendidik, untuk bersama-sama menjadikan pendidikan sebagai fondasi kebangkitan bangsa. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.


Dengan target renovasi yang masif hingga 2028, pemerintah optimistis pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan dapat tercapai. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.


Transformasi besar di sektor pendidikan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, masa depan generasi muda Indonesia diharapkan akan semakin cerah dan kompetitif di kancah global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas