Iklan

Iklan

,

Iklan

Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Terima Laporan Optimistis dari Menkeu

15 Maret 2026, 17:12 WIB

 

Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Terima Laporan Optimistis dari Menkeu

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan ekonomi nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam rapat tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat meskipun dunia tengah menghadapi ketidakpastian dan dinamika ekonomi global.


Dalam laporannya di hadapan Presiden dan jajaran kabinet, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa berbagai indikator utama menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih sangat solid. Baik dari sisi produksi maupun konsumsi, aktivitas ekonomi dinilai terus menunjukkan tren perbaikan yang signifikan.


Menurut Purbaya, sektor manufaktur menjadi salah satu indikator penting yang memperlihatkan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini. Hal tersebut tercermin dari indeks Purchasing Managers Index (PMI) yang menunjukkan ekspansi kuat dalam aktivitas produksi.


“Sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik. Kalau kita lihat dari purchasing managers index, di bulan Februari itu levelnya 53,8, tertinggi dalam berapa tahun terakhir. Jadi, betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur,” ujar Purbaya dalam lapat tersebut.


Angka PMI di atas 50 menandakan sektor manufaktur berada pada fase ekspansi. Dengan capaian 53,8 pada Februari, hal ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas industri nasional terus berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.


Selain sektor produksi, pemerintah juga mencermati stabilitas harga yang menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih dalam kondisi terkendali.


Ia menjelaskan bahwa angka inflasi yang sempat terlihat tinggi secara nominal dipengaruhi oleh faktor teknis, khususnya terkait kebijakan subsidi listrik pada periode sebelumnya. Jika faktor tersebut dikeluarkan dari perhitungan, tingkat inflasi nasional sebenarnya masih berada dalam rentang yang aman.


“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari, Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi,” jelasnya.


Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi lain yang memperlihatkan peningkatan aktivitas ekonomi nasional. Salah satunya adalah survei kepercayaan konsumen yang menunjukkan tren positif.


Indikator tersebut mencerminkan bahwa daya beli masyarakat mulai membaik seiring dengan stabilitas ekonomi yang terjaga. Peningkatan kepercayaan konsumen biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.


“Keadaan umum lagi ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang daya beli masyarakat membaik dan yang sebelah kanan saya ulang lagi purchasing managers index itu sekarang 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Pak. Jadi supply, demand semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari. Saya yakin kedepannya akan membaik terus,” kata Purbaya.


Di tengah kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian, pemerintah tetap mewaspadai potensi volatilitas ekonomi dunia. Gejolak geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga dinamika pasar keuangan internasional menjadi faktor yang terus dipantau.


Namun demikian, pemerintah menilai ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan eksternal tersebut. Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter juga terus diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Dengan fondasi ekonomi yang sehat, dukungan sektor produksi yang terus tumbuh, serta meningkatnya daya beli masyarakat, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.


Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas