Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Jembatan Aih Bobo di Gayo Lues, Pastikan Konektivitas Warga Pascabencana Tetap Terjaga

18 Desember 2025, 11:11 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Jembatan Aih Bobo di Gayo Lues, Pastikan Konektivitas Warga Pascabencana Tetap Terjaga

INDOTORIAL.COM - Gayo Lues, Aceh – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung kondisi Jembatan Aih Bobo yang berada di Desa Rigep, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga pascabencana alam yang melanda wilayah tersebut dan menyebabkan terputusnya sejumlah infrastruktur vital.


Peninjauan Jembatan Aih Bobo menjadi bagian dari kunjungan kerja Wapres ke Provinsi Aceh, sekaligus wujud pengawalan langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada pemulihan infrastruktur strategis yang berdampak langsung terhadap keselamatan, mobilitas, serta kesejahteraan masyarakat.


Kunjungan ini diawali dengan kedatangan Wapres Gibran di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan. Dari sana, Wapres melanjutkan perjalanan menuju Bandara Blangkejeren, Gayo Lues, menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, Wapres disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, beserta jajaran pemerintah daerah.


Dari bandara, rombongan Wapres langsung bergerak menuju Jembatan Aih Bobo, yang merupakan jalur penghubung strategis bagi sejumlah kampung di Gayo Lues. Jembatan ini juga memiliki peran vital sebagai akses utama menuju Rumah Sakit Ali Kasim, sehingga keberadaannya sangat krusial bagi layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.


Di lokasi peninjauan, Wapres menerima paparan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, mengenai kondisi jembatan pascabencana serta langkah-langkah penanganan sementara yang telah dilakukan. Saat ini, pemerintah daerah telah membangun jembatan darurat berbahan kayu, yang dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.


Meski bersifat sementara dan memiliki keterbatasan, jembatan darurat tersebut dinilai mampu menjaga akses dasar masyarakat agar tetap berjalan. Wapres Gibran kemudian meninjau langsung kondisi fisik jembatan dan menyeberangi jembatan darurat tersebut. Ia juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar, sembari memastikan bahwa akses sementara ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian, khususnya menuju fasilitas kesehatan.


Dalam keterangannya kepada awak media, Wapres menegaskan bahwa skala kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak cukup besar dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.


“Tadi dilaporkan ke saya, ada 95 jembatan yang terputus. Jadi ini menjadi PR besar untuk kami dari pusat agar segera memperbaiki jembatannya, supaya arus logistik, sembako, dan BBM bisa kembali lancar,” ujar Wapres Gibran.


Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Gayo Lues. Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan, dengan perencanaan yang tepat dan berkelanjutan.


Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah serta mendukung pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Gayo Lues pascabencana.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas