Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Desa Meunasah Lhok Pidie Jaya, Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Tepat Sasaran

19 Desember 2025, 11:03 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Desa Meunasah Lhok Pidie Jaya, Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Tepat Sasaran

INDOTORIAL.COM - Pidie Jaya – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung Desa Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.


Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran pemerintah pusat bergerak cepat dalam menangani dampak bencana, khususnya di wilayah Aceh yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang pada akhir November lalu.


Desa Meunasah Lhok menjadi salah satu titik perhatian utama pemerintah karena mengalami perubahan bentang alam signifikan, yakni terbentuknya aliran sungai baru yang memutus akses permukiman warga. Dampak ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu infrastruktur penghubung vital yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.


Dalam peninjauan lapangan, Wapres Gibran melihat langsung kondisi warga serta kerusakan jembatan dan jalan yang menyebabkan distribusi kebutuhan dasar tersendat. Terputusnya akses transportasi membuat aktivitas ekonomi melambat, bahkan berdampak pada pasokan bahan bakar dan logistik.


Sebelumnya, saat mengunjungi Posko Pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Kampung Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Wapres menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur penghubung menjadi prioritas utama pemerintah pusat.


“Ada 95 jembatan yang terputus, jadi mohon maaf bapak-ibu. Karena jembatannya terputus, saya lihat di beberapa tempat pom bensin antreannya panjang. Ini jadi PR bagi kami dari pusat untuk segera memperbaiki jembatannya supaya arus sembako, logistik, dan BBM bisa lancar kembali,” ujar Wapres.


Untuk mempercepat pemulihan layanan dasar, pemerintah pusat memastikan koordinasi lintas kementerian dan BUMN berjalan maksimal. Wapres menyampaikan bahwa pihaknya telah menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian BUMN, serta perusahaan negara strategis seperti Pertamina dan PLN.


“Tadi saya bersama Pak Wamen BUMN, Wamen PU, Pertamina, dan PLN. Semua akan kita segerakan, mulai dari listrik sampai BBM,” tegas Gibran.


Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, pemulihan jaringan komunikasi dan energi juga menjadi perhatian serius pemerintah. Wapres menyebutkan bahwa konektivitas digital sangat penting, terutama bagi masyarakat di daerah terdampak untuk tetap terhubung dengan keluarga dan layanan darurat.


“Nanti kita segera pasangkan Starlink, supaya warga bisa menghubungi saudara dan teman-temannya di tempat lain,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa beberapa wilayah sudah mulai kembali dialiri listrik, namun pemerintah akan memastikan pemulihan listrik, internet, dan BBM berjalan merata dan cepat.


Peninjauan langsung ini diharapkan menjadi landasan percepatan pembangunan kembali infrastruktur vital di Pidie Jaya dan wilayah terdampak lainnya di Aceh. Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, langkah ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas