Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Dorong Pesantren Digital, Santri Diminta Adaptif Hadapi AI Menuju Indonesia Emas 2045

19 Desember 2025, 11:07 WIB

 

Wapres Gibran Dorong Pesantren Digital, Santri Diminta Adaptif Hadapi AI Menuju Indonesia Emas 2045

INDOTORIAL.COM - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu fokus utama pembangunan SDM tersebut adalah generasi muda, termasuk santri pesantren yang selama ini menjadi pilar penting pendidikan dan moral bangsa.


Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi perwakilan mahasiswa pesantren yang tergabung dalam Halaqoh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren se-Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog strategis terkait peran santri dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin cepat.


Audiensi tersebut membahas secara khusus pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), di lingkungan pesantren. Isu ini dinilai relevan mengingat tantangan global yang menuntut lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.


Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia, Ahmad Samsul Munir, menjelaskan bahwa pertemuan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan kepengurusan organisasi sekaligus menyampaikan gagasan besar mengenai pengembangan pesantren digital. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata santri dalam mendukung agenda pembangunan SDM nasional.


“Selain bersilaturahmi dan memperkenalkan kepengurusan Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia, kami juga berdiskusi dengan Bapak Wakil Presiden terkait pengembangan pesantren digital,” ujar Samsul usai pertemuan.


Ia mengungkapkan, aplikasi pesantren digital yang diinisiasi oleh Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia dirancang sebagai sarana pendukung pembelajaran santri sekaligus penguatan peran pesantren di tengah masyarakat. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tradisi keilmuan pesantren dengan teknologi modern.


“Di dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa menu, mulai dari menu kemasyarakatan, kemahasiswaan, hingga menu khusus santri. Isinya antara lain pembelajaran kitab kuning, tuntunan shalat, perawatan jenazah, serta berbagai tuntunan bermasyarakat sesuai syariat Islam,” jelas santri Universitas Nurul Huda, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan tersebut.


Samsul menambahkan, pihaknya berharap peluncuran aplikasi pesantren digital ini nantinya dapat dilakukan secara resmi bersama Wakil Presiden sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inovasi santri.


Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Gibran mendorong agar pengembangan pesantren digital tidak berhenti pada konsep, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret. Ia menekankan pentingnya inovasi yang benar-benar memberi manfaat bagi santri dan masyarakat luas.


Selain itu, Wapres juga berpesan agar santri terus meningkatkan kapasitas diri dengan menguasai keterampilan digital, termasuk pemahaman terhadap teknologi AI. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bekal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Pesan dari Bapak Wakil Presiden adalah agar santri mampu beradaptasi dengan digital, terutama AI, karena kita sedang menuju Indonesia Emas 2045,” kata Samsul.


Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menerima piagam penghargaan dari Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya. Penghargaan itu diberikan dengan predikat “pemimpin muda harapan mahasiswa dan santri untuk kemajuan Indonesia di era 5.0 menuju Indonesia Emas 2045”.


Audiensi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Nasional M. Yunus, Banom Nisa’iyah Insirah, Koordinator Wilayah Jakarta Said Ahmad, Sekretaris Wilayah Jakarta Arifin, serta Bendahara Nasional Mudriq.


Dengan adanya dialog ini, diharapkan pesantren semakin siap menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap menjadi pusat pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman di era digital.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas