Iklan

Iklan

,

Iklan

Program Makan Bergizi Gratis adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

16 Oktober 2025, 20:24 WIB

 

Program Makan Bergizi Gratis adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

Indotorial.com, - Jakarta, 15 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi dan stunting, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).


Presiden mengungkapkan, gagasan MBG berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di berbagai daerah yang mengalami kekurangan gizi dan stunting. Dalam berbagai kunjungan ke desa-desa, ia kerap menemukan anak-anak yang tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya akibat keterbatasan asupan makanan.


“Setiap kali saya datang ke sebuah desa, saya disambut anak-anak yang berdiri di pinggir jalan, melambaikan tangan. Saya sering berbicara dengan mereka. Saya tanya usia mereka, dan saya sering terkejut... Saat itulah saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” ucap Kepala Negara.


Prabowo menyebut, program serupa telah diterapkan di sejumlah negara seperti India dan Brasil, yang terbukti memberikan dampak sosial dan ekonomi positif. Ia menilai, Indonesia memiliki kemampuan dan keberanian untuk melaksanakan kebijakan sejenis sebagai bentuk keberpihakan terhadap anak-anak dan masa depan bangsa.


Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang setiap hari melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35 persen dari target nasional. Presiden menegaskan, meski masih terdapat tantangan di lapangan, pemerintah terus memperkuat pengawasan dan standar operasional guna menjamin kualitas serta keamanan pangan.


“Tentu kami menghadapi kendala. Beberapa kasus keracunan makanan memang terjadi, namun dari total jumlah makanan yang kami distribusikan, angkanya hanya sekitar 0,0007 persen. Bahkan satu kasus pun tidak dapat diterima, tetapi kami bertekad memperbaikinya,” kata Prabowo.


Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ribuan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil kini memiliki pasar tetap untuk hasil produksi mereka, sehingga roda ekonomi berputar hingga ke tingkat desa.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas