Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Polri Harus Jadi Garda Terdepan, Dekat dengan Rakyat

30 Oktober 2025, 21:08 WIB

 

Presiden Prabowo Apresiasi Polri: “Tetap Jadi Garda Terdepan, Dekat dengan Rakyat”

Indotorial.com, - Jakarta, 29 Oktober 2025 — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas kinerjanya dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi rakyat.


Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Rabu (29/10/2025).


“Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia di manapun sedang bertugas,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menjelaskan bahwa sejak awal pemerintahannya, ia telah menugaskan Kapolri untuk memimpin tiga prioritas besar, yaitu pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. “Itu tiga hal yang saya titipkan kepada Kapolri di awal pemerintahan dan saya lihat, alhamdulillah, Polri bekerja dengan sungguh-sungguh,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum. “Polisi harus lebih sigap, harus kompak, kerja sama dengan TNI, dengan bea cukai, dengan kejaksaan. Semua lembaga harus jadi satu tim. Kita harus bekerja dengan teamwork. Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps Merah Putih, korps NKRI,” tegas Prabowo.


Selain itu, Presiden menyinggung persepsi publik terhadap Polri. Ia menilai kritik merupakan hal wajar terhadap lembaga besar, tetapi tidak boleh mengaburkan fakta bahwa Polri tetap menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum.


“Polisi selalu dijelek-jelekin, selalu dimaki-maki. Di mana pun, seluruh dunia. Karena memang polisi tugasnya menertibkan,” ujar Prabowo.


Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa Polri harus menjadi bagian dari rakyat dan bekerja bersama masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah kejahatan. “Tentara harus jadi tentara rakyat, polisi harus jadi polisi rakyat. Sehingga rakyat nanti yang jadi mata dan telinga. Rakyat yang lapor, lapor ke kepala desa, kepala suku,” ungkapnya.


Menutup arahannya, Presiden menyampaikan pesan moral kepada seluruh anggota Polri agar tetap tegar dalam menghadapi kritik. “Jangan ragu-ragu, jangan berkecil hati. Seorang abdi bangsa, seorang bhayangkara sering berbuat baik, tidak ada terima kasih. Berbuat salah sedikit, tidak akan dilupakan,” pungkas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas