Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo: Hari Santri Momentum Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri

27 Oktober 2025, 21:27 WIB

 

Presiden Prabowo: Hari Santri Momentum Mengenang Perjuangan Ulama dan Santri

Indotorial.com, - Jakarta, 24 Oktober 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 1447 Hijriah kepada para santri, santriwati, kiai, nyai, dan keluarga besar pondok pesantren di seluruh Tanah Air. Dalam pesannya, Presiden menekankan bahwa Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang turut memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


“Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 1447 Hijriah. Di Hari Santri ini, kita mengenang semangat juang para santri yang dengan ilmu, iman, takwa, dan cinta tanah air turut merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/10/2025).


Presiden mengingatkan kembali peran penting kaum santri dalam sejarah perjuangan bangsa, merujuk pada momen Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dipelopori oleh KH Hasyim Asy’ari. Menurut Kepala Negara, semangat jihad yang digelorakan para santri 80 tahun silam tetap relevan hingga hari ini, yakni menjaga keutuhan bangsa dengan berlandaskan ilmu dan keimanan.


“Kita tidak boleh lupa, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 atau 1367 Hijriah yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari adalah tonggak penting dalam sejarah bangsa — sebuah perjalanan menuju Indonesia merdeka yang berdaulat dan bermartabat,” tutur Presiden.


Adapun tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” disebut Presiden Prabowo sebagai cerminan tekad santri masa kini untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Ia menegaskan, santri harus siap menjadi bagian dari peradaban global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.


“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, yang berakhlak dan berdaya saing,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan berbasis pesantren. Ia menyatakan telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut.


“Saya menyampaikan bahwa saya telah merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menunjukkan prioritas strategis pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” kata Presiden.


Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh santri di Indonesia untuk meneguhkan tekad dalam mengawal kemerdekaan menuju peradaban yang berkeadilan, berakhlak, dan bermartabat.


“Sekali lagi, Selamat Hari Santri Nasional 1447 Hijriah. Semoga Allah Swt. senantiasa melindungi dan meridai para santri, santriwati, kiai, nyai, dan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas