Indotorial.com, - Cileungsi, Bogor — Senyum bahagia terpancar dari wajah ribuan masyarakat saat menerima kunci rumah pada acara akad massal 26 ribu rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Pesona Kahuripan, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bagi para penerima manfaat, rumah subsidi bukan sekadar hunian, melainkan simbol kepastian dan ketenangan bagi keluarga kecil mereka.
Samsul Bahri, pengemudi ojek online, mengaku sangat bersyukur setelah lebih dari satu dekade hidup berpindah kontrakan. “Sangat luar biasa, saya sangat senang sekali karena selama ini saya sangat menantikan sebuah rumah. Sekarang sangat bersyukur mempunyai rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Samsul, kebijakan rumah subsidi di era Presiden Prabowo memberikan kemudahan signifikan, terutama dengan skema tanpa uang muka. “Kalau sudah punya rumah, kita kerja pun jadi tenang. Fokus cari uang untuk keluarga,” tambahnya.
Ungkapan serupa datang dari Rohman, petani asal Indramayu, yang sejak 2010 hidup berpindah-pindah kontrakan. “Buat keluarga supaya anak tentram jangan pindah-pindah lagi. Di rumah sendiri lebih tenang, bisa kumpul sama istri dan anak,” katanya.
Julianus Silalahi, pedagang kopi keliling, juga merasakan hal serupa. Ia bahkan berencana mengajak rekan-rekannya memanfaatkan program ini. “Harapan ke depan ya bisa mengajak teman-teman ambil perumahan. Suasananya enak, pelayanannya bagus,” tuturnya.
Sementara itu, Zulkifli, ayah almarhum Affan Kurniawan, menerima rumah hibah dari pemerintah. Ia menyebut rumah tersebut sebagai berkah besar setelah lama hanya bisa menumpang. “Saya sekeluarga alhamdulillah cukup, terima kasih kepada Presiden Prabowo. Sangat membantu sekali,” ujarnya.
Suasana penuh haru dan syukur itu menegaskan bahwa program rumah subsidi FLPP tidak hanya memberi atap tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi jutaan rakyat kecil di Indonesia.
(Indotorial.com)
