Indotorial.com, - Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan capaian signifikan program Makan Bergizi Gratis, yang dalam 11 bulan pelaksanaan telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat. Program ini, menurut Kepala Negara, tidak hanya memberi dampak langsung bagi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan perekonomian rakyat hingga ke tingkat desa.
“Dalam 11 bulan kita telah membuktikan dengan iktikad yang baik, dengan tujuan yang baik, dengan hati yang ikhlas, dengan cinta Tanah Air dan cinta rakyat, kita bisa berbuat banyak. Kita telah menyelamatkan minimal Rp300 triliun rupiah. Rp300 triliun inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis,” ujar Presiden, Senin (30/9).
Meski mengakui adanya tantangan di lapangan, seperti kasus kekurangan dan keracunan makanan, Prabowo menegaskan tingkat penyimpangan sangat kecil—hanya 0,00017 persen dari seluruh distribusi. “Namanya usaha manusia yang demikian besar, yang belum pernah dilaksanakan, saya kira dalam sejarah dunia,” tegasnya.
Prabowo juga mencontohkan pengalaman Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima. Indonesia, katanya, dalam waktu kurang dari setahun sudah bisa mencapai 30 juta penerima manfaat. “Ada kekurangan? Ada. Tapi manfaatnya sangat-sangat besar. Banyak elit tidak menyadari bahwa masih ada rakyat kita yang makan nasi hanya dengan garam. Kini kita bisa memberi sesuatu yang mereka butuhkan,” ungkapnya.
Selain itu, program ini terbukti menghidupkan ekonomi desa karena kebutuhan bahan pangan dipasok langsung dari petani dan peternak lokal. Prabowo menyebut program tersebut berpotensi menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru pada awal 2026.
“Dengan makan bergizi ini kita bisa menciptakan lapangan kerja baru. Kita butuh telur, sayur, ikan, ayam, dan bahan-bahan dari kampung-kampung itu sendiri,” jelas Presiden.
Untuk tahun depan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp335 triliun (USD20 miliar) guna memperluas cakupan program. Dana tersebut akan langsung digelontorkan ke desa-desa, membalik arus dana yang sebelumnya terpusat di kota besar.
“Yang selama berapa puluh tahun uang dari daerah mengalir ke Jakarta, kini kita balik: uang masuk ke desa-desa,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, ia menegaskan target program adalah menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. “Sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang Bapak, saya bangga dengan 30 juta, tapi saya masih ingat 52 juta anak-anak kita masih berharap, masih menunggu dengan ibu-ibu hamil,” tandasnya.
(Indotorial.com)
