Indotorial.com, - Kota Solok, yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, semakin hari menunjukkan geliat pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan ini terlihat dari berbagai sektor, mulai dari perekonomian hingga sosial kemasyarakatan. Bangunan-bangunan menjulang tinggi mulai berdiri, dan jumlah supermarket serta mal terus bertambah, mencerminkan dinamika baru kota ini.
Kepadatan lalu lintas yang meningkat di berbagai ruas jalan juga menjadi salah satu tanda bahwa kesejahteraan masyarakat Solok telah mengalami peningkatan signifikan. Namun, di balik kemegahan dan laju pertumbuhan ekonomi tersebut, ada sisi lain yang kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Solok, yaitu keberadaan pengemis.
Keberadaan para pengemis di Kota Solok, mulai dari anak-anak hingga orang tua, kini menjadi pemandangan yang umum di pusat-pusat keramaian. Lokasi-lokasi seperti NC Plaza, persimpangan lampu lalu lintas, Taman Kota Solok, Masjid Al-Muhsinin, dan Pasar Raya Solok, kerap dijadikan area bagi para pengemis untuk melakukan aktivitasnya. Bahkan, beberapa pengemis terlihat berjalan di sepanjang jalan protokol, seperti di Jalan Pandan, untuk meminta-minta secara mobile.
Meski kondisi ini sudah terlihat mencolok, hingga kini Pemerintah Kota Solok, khususnya Dinas Sosial, belum menunjukkan tindakan konkret dalam menangani masalah ini. Keberadaan pengemis di kota ini seolah dibiarkan tanpa ada upaya untuk mengurangi jumlahnya, yang terus meningkat seiring waktu.
Ijan (12), salah seorang pengemis yang kerap terlihat di sekitar Pasar Solok, mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama mengemis di kota ini. Setiap hari, ia mampu mendapatkan penghasilan sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000. "Selain mengemis, saya juga suka mengamen," kata Ijan.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Frinal (43), pengemis lainnya. Menurutnya, aktivitas mengemis terpaksa dilakukan karena kesulitan ekonomi yang dialami. "Kami sulit untuk mencari makan. Kalau tidak mengemis, mau kerja apa lagi? Paling ya mengamen," ujarnya.
Keberadaan pengemis yang terus bertambah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh pemerintah daerah. Di tengah pesatnya pembangunan dan peningkatan ekonomi Kota Solok, perhatian terhadap kesejahteraan sosial, khususnya bagi mereka yang berada di garis kemiskinan, menjadi hal yang mendesak untuk segera ditangani.
Pemerintah Kota Solok diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang efektif dalam menangani masalah pengemis ini, baik melalui program sosial maupun pemberdayaan ekonomi, agar pertumbuhan yang dirasakan masyarakat tidak hanya menciptakan ketimpangan, tetapi juga membawa kemajuan yang merata untuk semua warganya.