Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Selvi Gibran Dorong Siswa Gorontalo Siapkan Karier Global dan Pahami Migrasi Aman

15 Oktober 2026, 21:08 WIB

 

Selvi Gibran Dorong Siswa Gorontalo Siapkan Karier Global dan Pahami Migrasi Aman

INDOTORIAL.COM – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming, mendorong para siswa SMA dan SMK untuk mulai mempersiapkan karier sejak bangku sekolah, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan aman.


Pesan tersebut disampaikan Selvi saat menghadiri kegiatan Edukasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (13/10/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) ini diikuti 200 siswa SMA/SMK dan alumni dari lima sekolah di Provinsi Gorontalo.


Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai peluang kerja internasional, persyaratan penempatan pekerja migran Indonesia, serta prosedur migrasi yang aman melalui jalur resmi. Edukasi ini diharapkan dapat membantu generasi muda memahami langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia kerja global.


Selvi Gibran Minta Siswa SMK Tingkatkan Keterampilan


Dalam kesempatan itu, Selvi menekankan bahwa pendidikan dan keterampilan yang diperoleh selama bersekolah harus dimanfaatkan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, siswa perlu mulai mengenali minat, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing di dunia industri.


Ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa asing dan pemahaman terhadap persyaratan kerja di negara tujuan. Kedua hal tersebut menjadi bekal penting bagi calon pekerja migran yang ingin memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.


Selvi berharap para siswa dapat memanfaatkan pendidikan yang sedang ditempuh untuk membangun masa depan sesuai dengan cita-cita masing-masing.


“Jadi bekal pendidikan di SMK ini, pergunakanlah dengan baik untuk nanti siap masuk ke industri kerja. Semoga semuanya nanti sukses dengan impian pekerjaan masing-masing, harus sesuai dengan cita-citanya,” ujar Selvi.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persiapan memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan memiliki keinginan untuk bekerja. Calon tenaga kerja juga perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta memahami peluang yang tersedia.


Migrasi Aman, Siswa Diminta Waspada Tawaran Kerja


Selain mendorong peningkatan keterampilan, Selvi Gibran mengingatkan para siswa agar berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. Ia menekankan pentingnya memastikan informasi lowongan dan proses penempatan melalui saluran resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur penempatan pekerja migran perlu dimiliki sejak awal agar calon pekerja tidak mengalami kerugian akibat informasi yang keliru atau proses keberangkatan yang tidak jelas.


Selvi secara khusus mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya pada tawaran yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri tanpa kejelasan prosedur.


“Jadi jangan sampai nanti kayak sudah mempersiapkan ini, sudah bayar segala macam, tapi malah tidak jadi berangkat. Jadi jangan sampai itu terjadi,” tegas Selvi.


Peringatan tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri. Sebelum memutuskan bekerja di negara lain, calon pekerja perlu memeriksa persyaratan, memastikan legalitas proses penempatan, serta mencari informasi dari instansi yang berwenang.


Dengan memahami prosedur migrasi aman, siswa diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih matang dan menghindari risiko yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.


Wiwik Mukhtarudin Tekankan Penguasaan Bahasa Asing


Anggota Seruni KMP, Wiwik Mukhtarudin, yang juga merupakan istri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, turut memberikan pesan kepada para peserta agar mempersiapkan diri dengan serius sebelum memilih bekerja di luar negeri.


Ia mengingatkan bahwa semangat untuk meraih pekerjaan internasional harus disertai kemauan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena dapat membantu calon pekerja memahami instruksi kerja, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan lingkungan di negara tujuan.


“Untuk semangatnya ada tapi belajarnya juga giat. Jadi untuk ilmunya itu harus ada, bahasanya terutama ya,” ujar Wiwik.


Selain meningkatkan kompetensi, Wiwik berpesan agar siswa tidak sembarangan mencari atau mempercayai informasi lowongan kerja. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan informasi dari kementerian dan instansi berwenang sehingga dapat memahami persyaratan serta tahapan penempatan secara benar.


Pembekalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan yang terencana, mulai dari keterampilan, bahasa, dokumen, hingga pemahaman terhadap aturan yang berlaku.


Siswa Gorontalo Termotivasi Menyiapkan Masa Depan


Manfaat kegiatan edukasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman juga dirasakan langsung oleh para peserta. Fadila Uloli, siswi SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, mengaku mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kesempatan bekerja di luar negeri sekaligus motivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini.


Ia menilai kehadiran Selvi Gibran dalam kegiatan tersebut memberikan dorongan positif bagi para siswa yang sedang merencanakan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.


“Kunjungan Ibu Selvi hari ini sangat memotivasi kami dan membuat kami merasa diperhatikan sebagai calon pekerja migran,” ungkap Fadila.


Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memberikan akses informasi karier kepada siswa, terutama mereka yang berasal dari sekolah kejuruan dan tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.


Dengan informasi yang tepat, para siswa dapat mengenali peluang yang sesuai dengan kompetensi, memahami kebutuhan industri, serta menentukan langkah persiapan secara lebih terarah.


Program SMK Go Global dan Pengenalan SISKOP2MI


Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan program SMK Go Global serta praktik penggunaan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).


Melalui pengenalan sistem tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai cara mencari informasi lowongan kerja berdasarkan negara tujuan, jenis pekerjaan, dan persyaratan penempatan. Informasi ini dapat menjadi referensi awal bagi calon pekerja yang ingin mengetahui peluang kerja internasional melalui mekanisme resmi.


Pemanfaatan saluran informasi resmi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu calon pekerja memahami proses penempatan sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, rencana bekerja di luar negeri dapat disusun berdasarkan informasi yang jelas, bukan semata-mata mengandalkan tawaran dari pihak yang belum terverifikasi.


Edukasi ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali hubungan antara pendidikan kejuruan dan kebutuhan tenaga kerja di tingkat internasional. Keterampilan yang relevan, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman prosedur migrasi aman menjadi bekal yang perlu dipersiapkan secara bersamaan.


Melalui kegiatan Edukasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Gorontalo, para siswa diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu melihat peluang karier global secara lebih luas.


Pesan yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya mempersiapkan kompetensi sejak dini, mencari informasi dari sumber resmi, dan mengikuti prosedur penempatan yang benar. Dengan persiapan yang matang, generasi muda Indonesia diharapkan dapat mengejar cita-cita bekerja di luar negeri secara lebih aman, terarah, dan bertanggung jawab.


(Tim Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas