Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan Streamlining BUMN, Fokus Optimalisasi Aset dan Efisiensi

7 Oktober 2026, 21:44 WIB

 

Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan Streamlining BUMN, Fokus Optimalisasi Aset dan Efisiensi

INDOTORIAL.COM – Pemerintah terus melanjutkan program streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan fokus pada optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, serta efisiensi perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kinerja BUMN agar aset yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan hasil yang lebih maksimal bagi negara.


Pembahasan mengenai kelanjutan program tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.


Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan rapat tersebut membahas sejumlah langkah lanjutan setelah program streamlining BUMN berjalan. Pemerintah kini mulai mengarahkan perhatian pada bagaimana aset-aset BUMN dapat dikelola secara lebih produktif.


“Program streamlining kita di BUMN ini berjalan. Sekarang bagaimana next step-nya di tahun 2027 awal itu meningkatkan,” ujar Rosan usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.


Menurut Rosan, optimalisasi aset BUMN akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Selain itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan juga akan terus didorong agar keberadaan BUMN mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian nasional.


Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya akan mengandalkan kemampuan internal BUMN. Ruang kerja sama dengan sektor swasta dan dunia usaha juga akan dibuka lebih luas, terutama untuk pengembangan aset atau kegiatan usaha yang memungkinkan dikerjakan secara lebih efektif melalui kolaborasi.


“Sekarang kita sedang lakukan optimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka untuk kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” kata Rosan.


Aset BUMN Dinilai Masih Bisa Dioptimalkan


Rosan mengungkapkan salah satu alasan pemerintah memberikan perhatian besar terhadap optimalisasi aset adalah karena nilai aset yang dimiliki BUMN cukup besar. Namun, besarnya aset tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin dari pendapatan atau cashflow yang dihasilkan.


Dengan kata lain, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan produktivitas aset BUMN. Pemerintah ingin agar aset yang selama ini dimiliki tidak hanya tercatat sebagai kekayaan perusahaan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.


“Mungkin in term of asset kita besar, tapi in term of cashflow-nya, pendapatannya berbanding asetnya masih sangat kecil,” ujar Rosan.


Atas kondisi tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar optimalisasi aset BUMN dilakukan melalui perencanaan yang matang, terukur, dan terstruktur. Pemerintah ingin memastikan setiap langkah pengelolaan aset memiliki perhitungan yang jelas serta memberikan hasil yang optimal.


Rosan juga menekankan pentingnya pengelolaan aset yang mampu memberikan keuntungan dan yield yang baik. Hal tersebut dinilai penting karena aset negara dan BUMN pada akhirnya harus dikelola secara profesional serta memberikan manfaat yang maksimal.


Buka Ruang Kolaborasi dengan Swasta


Sebagai bagian dari langkah lanjutan streamlining BUMN, pemerintah juga membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pengembangan aset dan usaha BUMN.


Rosan menjelaskan, keterlibatan dunia usaha dapat dilakukan terhadap aset atau bidang usaha yang tidak berkaitan dengan kepentingan strategis negara. Dengan demikian, BUMN dapat lebih fokus pada sektor-sektor yang memang memiliki nilai strategis, sementara pengembangan usaha tertentu dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta.


“Kalau misalnya dunia usaha atau private sector bisa melakukan lebih baik, dan itu memang bukan hal-hal yang sifatnya strategis, ya kita memberikan ruang lebih besar kepada dunia usaha untuk pengembangan usaha-usahanya,” jelasnya.


Ke depan, pemerintah akan melakukan analisis secara menyeluruh terhadap berbagai aset BUMN. Analisis tersebut diperlukan untuk memetakan aset mana yang dapat dioptimalkan, dikembangkan melalui kerja sama, maupun membutuhkan penataan lebih lanjut.


Langkah ini diharapkan membuat program streamlining BUMN tidak berhenti pada konsolidasi perusahaan semata. Pemerintah ingin melanjutkannya dengan pembenahan pengelolaan aset, peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan penguatan kolaborasi dengan dunia usaha.


Dengan strategi tersebut, pemerintah menargetkan aset BUMN dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar. Optimalisasi aset juga diharapkan mampu memperkuat kinerja BUMN sekaligus meningkatkan manfaat pengelolaan kekayaan negara secara berkelanjutan.


(Tim Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas