Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Kabupaten Solok, Pastikan Rumah Warga Dibangun Kembali

25 September 2026, 21:36 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Kabupaten Solok, Pastikan Rumah Warga Dibangun Kembali

INDOTORIAL.COM – Empat hari setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming turun langsung ke lokasi terdampak bencana, Jumat (25/09/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Setibanya di Kabupaten Solok, Wapres Gibran langsung mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Jalan Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Di lokasi tersebut, Wapres berdialog dengan warga yang masih mengungsi dan mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan mereka setelah bencana banjir bandang.


Kehadiran Wapres juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan keselamatan masyarakat terdampak menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mempersiapkan tahapan pemulihan.


“Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan,” ungkap Wapres Gibran.


Wapres Gibran: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas


Dalam dialog bersama para pengungsi, Wapres Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan bencana Kabupaten Solok.


Ia menyampaikan bahwa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan pemerintah pusat di lapangan telah diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan yang paling mendesak.


“Saya sudah sampaikan pada jajaran Forkopimda dan perwakilan pemerintah pusat di lapangan, bahwa langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak Bapak Ibu semua. Keselamatan Bapak Ibu yang utama,” tegasnya.


Selain kebutuhan dasar pengungsi, perhatian pemerintah juga diarahkan terhadap dampak banjir bandang terhadap rumah warga, lahan pertanian, hingga hewan ternak.


Wapres meminta seluruh kerugian masyarakat segera didata secara menyeluruh. Pendataan tersebut dinilai penting agar proses pemulihan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kondisi masing-masing warga terdampak.


“Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya,” ujar Wapres.


Rumah Warga yang Rusak Akan Dibangun Kembali


Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian, Wapres Gibran juga menerima keluhan dari warga yang rumahnya sudah tidak dapat ditempati akibat terdampak banjir bandang.


Wapres memastikan pemerintah akan menindaklanjuti pendataan kerusakan dan pembangunan kembali hunian warga. Untuk memastikan keamanan masyarakat, lokasi pembangunan rumah nantinya akan ditentukan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.


“Ibu, rumahnya sudah didata. Nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman,” ungkap Wapres.


Pernyataan tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan pascabencana, terutama bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mulai mempersiapkan pemulihan kehidupan masyarakat agar dapat kembali berjalan secara bertahap.


Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Ikut Jadi Perhatian


Selain rumah dan sumber penghidupan warga, Wapres Gibran turut menyoroti persoalan administrasi kependudukan yang mungkin terdampak akibat banjir.


Bencana dapat menyebabkan dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan dokumen administrasi lainnya hilang atau rusak. Karena itu, Wapres meminta Pemerintah Kabupaten Solok mengoordinasikan pengurusan kembali dokumen warga terdampak.


“Selain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya,” tambah Wapres.


Penanganan dokumen kependudukan menjadi penting karena berbagai layanan dasar masyarakat membutuhkan dokumen administrasi yang masih berlaku. Dengan adanya koordinasi pemerintah daerah, warga diharapkan tidak mengalami hambatan dalam mengakses bantuan maupun pelayanan publik selama masa pemulihan.


Banjir Bandang Arosuka Sebabkan Dua Orang Meninggal Dunia


Banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terjadi pada Senin malam (21/09/2026) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.


Bencana tersebut menimbulkan dampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat. Berdasarkan informasi yang disampaikan, dua orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.


Hingga Jumat (25/09/2026), pemerintah daerah bersama unsur terkait masih melakukan penanganan darurat dan pemulihan di sejumlah lokasi terdampak.


Dalam penanganan pascabencana, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Pemenuhan kebutuhan dasar kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam proses penanganan di lokasi pengungsian.


Wapres Tinjau Posko Utama dan Rumah Warga


Setelah mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Wapres Gibran melanjutkan peninjauan ke Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok yang berada di Lapangan Kantor Bupati Solok, Jalan Raya Padang-Solok.


Di lokasi tersebut, Wapres memberikan arahan secara langsung kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Solok dan unsur terkait mengenai langkah penanganan bencana serta proses pemulihan masyarakat terdampak.


Wapres juga meninjau sejumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang.


Di lokasi ini, Wapres melihat secara langsung kondisi rumah warga yang terdampak material banjir dan masih dalam proses pembersihan. Wapres juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka setelah bencana.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan banjir bandang Kabupaten Solok tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut pada proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat.


Turut mendampingi Wapres Gibran dalam peninjauan tersebut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB Suharyanto, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok.


Dengan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, dan seluruh unsur terkait, penanganan pascabencana di Kabupaten Solok diharapkan dapat berjalan secara cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas