Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

5 Agustus 2026, 20:44 WIB

 

Prabowo Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

INDOTORIAL.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Thailand harus terus diarahkan pada kerja sama yang konkret serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.


Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat mengawali pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026.


Menurut Presiden, hubungan Indonesia dan Thailand memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, penguatan kemitraan tidak hanya perlu diwujudkan melalui kesepakatan di tingkat pemerintahan, melainkan juga harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Kemitraan ini, menurut saya Perdana Menteri, harus mengarah ke depan dan mencari jalan ke depan yang fokus pada memberikan manfaat nyata untuk rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menyebut kunjungan resmi PM Anutin Charnvirakul sebagai momentum bersejarah sekaligus penting bagi hubungan bilateral Indonesia dan Thailand. Kunjungan tersebut tercatat sebagai kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.


“Perdana Menteri, kunjungan Anda hari ini merupakan kunjungan yang bersejarah sekaligus penting. Ini merupakan kunjungan resmi pertama oleh Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir,” kata Presiden.


Momentum tersebut dinilai menjadi peluang penting bagi kedua negara untuk memperkuat komunikasi, memperluas kolaborasi, serta menyusun arah baru kemitraan strategis Indonesia–Thailand pada masa mendatang.


Prabowo Dorong Pertemuan dan Koordinasi Indonesia–Thailand Lebih Intensif


Presiden Prabowo menilai kedekatan hubungan Indonesia dan Thailand perlu terus diperkuat melalui pertemuan serta koordinasi yang lebih intensif. Menurut Kepala Negara, komunikasi yang terjalin secara rutin akan membantu kedua negara membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi berbagai perkembangan di tingkat regional maupun global.


Selama ini, Indonesia dan Thailand telah beberapa kali bertemu dalam berbagai forum ASEAN. Pertemuan tersebut dinilai telah membuka ruang bagi kedua negara untuk menemukan banyak kesamaan pandangan, terutama terkait kebijakan luar negeri dan isu-isu hubungan internasional.


“Saya rasa kita perlu bertemu lebih sering dan berkoordinasi,” ucap Presiden.


Pertemuan di Istana Merdeka tersebut juga menjadi Konsultasi Pemimpin Indonesia–Thailand yang kedua. Presiden meyakini forum itu dapat memberikan arah yang semakin jelas bagi perkembangan kemitraan kedua negara pada fase berikutnya.


Sebelumnya, hubungan Indonesia dan Thailand telah ditingkatkan menuju kemitraan strategis dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Bangkok pada tahun sebelumnya. Dengan adanya konsultasi tingkat pemimpin ini, kedua negara diharapkan dapat memperkuat implementasi berbagai kerja sama yang telah dibangun.


“Saya yakin pertemuan hari ini akan menunjukkan arah yang jelas ke fase selanjutnya dalam kemitraan kita,” ungkap Presiden.


Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Jadi Perhatian


Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dan Thailand dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN. Sebagai dua negara yang memiliki peran penting di Asia Tenggara, hubungan yang semakin erat diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan kawasan.


Di bidang pertahanan dan keamanan, Presiden mendorong peningkatan jumlah maupun kualitas latihan bersama antara kedua negara. Selain itu, pertukaran personel serta penguatan kerja sama pendidikan di lingkungan angkatan bersenjata juga dinilai perlu terus dikembangkan.


Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan sekaligus meningkatkan hubungan antarlembaga dan sumber daya manusia di bidang keamanan.


Tidak hanya sektor pertahanan, Presiden juga melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dan Thailand. Peningkatan perdagangan dan investasi menjadi salah satu bidang yang dapat terus didorong guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.


Presiden turut menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi di bidang ketahanan pangan dan keamanan energi. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.


Selain itu, perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian dalam agenda kerja sama Indonesia–Thailand. Presiden menilai teknologi digital akan menjadi salah satu sektor yang menentukan arah masa depan dunia sehingga perlu dikembangkan melalui kolaborasi yang lebih kuat.


“Kita juga harus mendorong konektivitas dan hubungan antarmasyarakat. Dengan memperdalam kerja sama pada area-area tersebut, kita bisa lebih memperkuat hubungan bilateral kita sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan kita,” tutur Presiden.


Melalui pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Thailand diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara serta mendukung terciptanya kawasan ASEAN yang aman, stabil, dan sejahtera.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas