Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Tegaskan Kemandirian Energi Jadi Kunci Kedaulatan Indonesia

12 Juli 2026, 21:00 WIB

 

Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Tegaskan Kemandirian Energi Jadi Kunci Kedaulatan Indonesia

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga kedaulatan dan keberlangsungan sebuah bangsa. Menurutnya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan program Biodiesel B50 dalam acara bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" yang digelar di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).


Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek strategis yang menentukan masa depan sebuah negara, yakni kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan sumber daya air secara mandiri tanpa bergantung kepada negara lain.


"Kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh tiga hal. Pertama, mampukah bangsa itu menghasilkan pangannya untuk rakyat sendiri. Kedua, mampukah bangsa itu memiliki energi, sumber energi sendiri, tidak tergantung bangsa lain. Yang ketiga, mampukah negara itu juga memiliki sumber air," ujar Presiden Prabowo.


Swasembada Pangan Jadi Bukti Komitmen Pemerintah


Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil mencapai target swasembada pangan jauh lebih cepat dibandingkan rencana awal. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kebijakan yang terarah.


Presiden menyebut target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam waktu empat tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun masa pemerintahannya.


"Alhamdulillah kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun," katanya.


Keberhasilan tersebut, lanjut Presiden, menjadi modal penting untuk melanjutkan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian di sektor energi.


Biodiesel B50 Jadi Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi


Presiden Prabowo menegaskan bahwa sejak sebelum resmi dilantik sebagai kepala negara, dirinya telah menjadikan swasembada pangan dan swasembada energi sebagai prioritas utama pemerintahan.


Ia mengaku peluncuran Biodiesel B50 merupakan salah satu momentum yang paling dinantikannya karena menjadi bagian dari strategi besar Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.


"Hari ini saya bangga hadir di sini. Hari ini hari yang saya tunggu-tunggu. Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi," ungkapnya.


Program Biodiesel B50 dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri.


Indonesia Miliki Potensi Energi yang Sangat Besar


Selain mendorong penggunaan biodiesel, Presiden juga menyoroti besarnya potensi sumber daya energi nasional yang dimiliki Indonesia. Mulai dari panas bumi, batu bara, gas alam, hingga pengembangan compressed natural gas (CNG), seluruhnya dinilai mampu menjadi penopang kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang.


Menurut Presiden, pemanfaatan CNG telah berkembang di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, dan akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.


Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi kini memungkinkan pemanfaatan gas yang berasal dari lapisan batu bara dalam di bawah permukaan tanah yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal.


"CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan. CNG ada di seluruh Indonesia. Sekarang juga ditemukan teknologi untuk membuat gas dari batu bara yang sangat dalam di bawah tanah yang belum termanfaatkan," jelas Presiden.


Potensi energi tersebut diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki ketahanan energi berbasis sumber daya alam sendiri.


Biodiesel B50 Kurangi Ketergantungan Impor Solar


Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Presiden menilai percepatan kemandirian energi menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda. Salah satu upaya konkret yang kini diwujudkan pemerintah adalah implementasi mandatori Biodiesel B50.


Menurut Presiden, kebijakan tersebut memiliki dampak besar karena mampu mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.


"Saya dorong, saya menuntut dari tim saya kemandirian energi. B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa," tegasnya.


Implementasi Biodiesel B50 tidak hanya menghadirkan efisiensi dalam sektor energi, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri, memperkuat industri berbasis sawit, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Peluncuran Biodiesel B50 sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal, pemerintah berharap Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas