Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79, Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Utama Ekonomi Kerakyatan

14 Juli 2026, 20:56 WIB

 

Presiden Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79, Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Utama Ekonomi Kerakyatan

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.


Kehadiran Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Koperasi Nasional mendapat sambutan hangat dari ribuan insan koperasi yang hadir dari berbagai daerah. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong koperasi agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Selanjutnya, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, menyampaikan laporan mengenai perkembangan gerakan koperasi nasional.


Dalam sambutannya, Bambang menyebut Hari Koperasi Nasional ke-79 sebagai titik kebangkitan baru bagi gerakan koperasi Indonesia setelah selama hampir tiga dekade dinilai belum mendapatkan perhatian yang optimal sebagaimana amanat konstitusi.


"Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum bangkitnya gerakan koperasi di Indonesia kita. Dan kita yakin di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, koperasi akan menjadi salah satu pilar utama penggerak rakyat Indonesia," ujar Bambang.


Pemerintah Percepat Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih


Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku koperasi di Indonesia.


Menurut Ferry, tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu fondasi perekonomian nasional.


Dalam laporannya, Ferry juga memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terus menunjukkan hasil signifikan.


Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah resmi memiliki badan hukum. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung koperasi juga terus berjalan di berbagai daerah.


"Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Kemudian yang 100 persen bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845, yang sedang dibangun 19.539. Jadi total kurang lebih 35.000 Bapak Presiden," ujar Ferry.


Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh manajer koperasi desa akan menyelesaikan pelatihan pada awal Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan ditempatkan di koperasi yang telah memiliki bangunan fisik lengkap agar operasional dapat berjalan secara maksimal.


Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kelembagaan koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.


Presiden Prabowo: Koperasi Adalah Bagian dari Keluarga Perjuangan


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengawali sambutan dengan mengucapkan selamat kepada seluruh insan koperasi di Indonesia yang selama ini telah berkontribusi dalam membangun ekonomi berbasis gotong royong.


Presiden mengaku memiliki kedekatan emosional dengan gerakan koperasi karena telah lama terlibat dan berjuang bersama para pelaku koperasi di berbagai kesempatan.


"Selamat memperingati Hari Koperasi ke-79 kepada seluruh insan koperasi Indonesia di manapun engkau berada. Hari ini adalah hari yang membahagiakan saya. Saya lihat wajah-wajah tokoh koperasi yang sudah lama berjuang. Saya berjuang bersama saudara-saudara di beberapa koperasi," kata Presiden Prabowo.


Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar wadah kegiatan ekonomi, melainkan menjadi bagian penting dari perjuangannya dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.


"Saudara-Saudara karena saya ini merasa di kalangan keluarga sendiri, koperasi itu memang saya merasa adalah keluarga saya," ujar Presiden.


Pernyataan tersebut menegaskan besarnya perhatian Presiden terhadap penguatan koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional yang berbasis pada kebersamaan dan keadilan sosial.


Hari Koperasi ke-79 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Rakyat


Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi nasional dari tingkat desa.


Melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berharap koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat distribusi kebutuhan pokok, meningkatkan produktivitas usaha lokal, hingga membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.


Dengan dukungan regulasi, penguatan kelembagaan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah optimistis koperasi akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Semangat "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" pun diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas