Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia, Resmikan Lima Bendungan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

14 Juli 2026, 20:49 WIB
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia, Resmikan Lima Bendungan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia. Optimisme tersebut didasarkan pada meningkatnya produksi pangan nasional, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penguatan berbagai program strategis pemerintah yang berorientasi pada ketahanan pangan.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).


Menurut Presiden, pembangunan bendungan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan. Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia," ujar Presiden Prabowo.


Bendungan Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional


Presiden Prabowo menekankan bahwa keberadaan bendungan harus diikuti dengan tata kelola yang profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani.


Ia meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab memastikan distribusi air irigasi berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian di berbagai daerah.


Menurut Presiden, petani memiliki peran yang sangat vital sebagai produsen pangan nasional. Karena itu, keberhasilan pengelolaan bendungan akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan sektor pertanian Indonesia.


"Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegasnya.


Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur air seperti bendungan dapat memperluas area irigasi, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.


Indonesia Mulai Beralih dari Negara Pengimpor Menjadi Pengekspor Pangan


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa sektor pangan Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin positif.


Ia mengungkapkan bahwa Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara pengimpor sejumlah komoditas pangan kini mulai mampu mengekspor hasil pertaniannya ke berbagai negara.


Bahkan, menurut Presiden, beberapa negara telah meminta Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan sektor pertanian mereka, termasuk pasokan pupuk.


"Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor. Ekspor pangan ke negara-negara lain, kita sekarang diminta bantuan. Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kita bisa jual urea ke mereka. Brazil, Filipina, India. Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus," tuturnya.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal optimisme pemerintah terhadap peningkatan daya saing sektor pertanian nasional di pasar internasional.


Program Makan Bergizi Gratis Terus Diperkuat


Selain fokus pada pembangunan infrastruktur pertanian, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu investasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Menurutnya, pemenuhan gizi anak sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.


"Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum, karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan," katanya.


Presiden juga meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa, bersama aparat pemerintah dan aparat keamanan untuk aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.


Pengawasan tersebut dinilai penting agar seluruh anggaran negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program.


"Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya," tegas Presiden.


Infrastruktur Strategis untuk Indonesia yang Lebih Maju


Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.


Pemerintah, kata Presiden, akan terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis yang mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Selain pembangunan bendungan, pemerintah juga berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari transformasi energi nasional.


"Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kita akan bangun nanti tenaga surya 100 gigawatt. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat," tandas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas