Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Disambut Antusias di PENAS XVII Gorontalo, Petani Sampaikan Apresiasi

27 Juni 2026, 20:32 WIB

 

Presiden Prabowo Disambut Antusias di PENAS XVII Gorontalo, Petani dari Papua Hingga Gorontalo Sampaikan Apresiasi

INDOTORIAL.COM - Gorontalo – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026), disambut antusias oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari petani, nelayan, hingga perwakilan pemerintah daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu langsung dengan kepala negara sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program pemerintah di sektor pertanian.


Suasana penuh semangat terlihat sejak Presiden Prabowo tiba di lokasi acara. Para peserta yang datang dari berbagai provinsi, termasuk wilayah Indonesia Timur, menyambut kedatangan Presiden dengan hangat. Bagi sebagian peserta, momen tersebut menjadi pengalaman berharga karena untuk pertama kalinya dapat bertatap muka langsung dengan Presiden Republik Indonesia.


Salah satu peserta yang mengungkapkan rasa harunya adalah Timotius, seorang petani asal Papua Barat Daya. Ia mengaku sangat bangga bisa hadir dalam PENAS XVII sekaligus bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Timotius, selama ini dirinya hanya dapat mengikuti aktivitas Presiden melalui televisi, media massa, maupun telepon genggam. Karena itu, kesempatan bertemu secara langsung menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.


"Saya sangat bangga karena di Papua saya hanya melihat melalui layar, media, TV, dan HP. Tapi hari ini puji Tuhan saya bertemu langsung dengan Bapak Presiden," ujarnya.


Selain mengungkapkan rasa bangga, Timotius juga memberikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi petani, khususnya terkait penyaluran pupuk subsidi.


Ia menilai harga pupuk subsidi yang kini lebih terjangkau telah membantu petani menjalankan aktivitas pertanian dengan lebih baik. Menurutnya, kemudahan memperoleh pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.


"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, karena pupuk subsidi yang selama ini harganya tinggi, sekarang sudah lebih terjangkau. Sehingga kami petani bisa mampu dan bisa lancar untuk bertani," katanya.


Tidak hanya itu, Timotius juga menyampaikan bahwa masyarakat di daerahnya telah merasakan berbagai bentuk bantuan pertanian dari pemerintah, mulai dari dukungan benih jagung hingga pengembangan tanaman padi.


Ia bahkan menyebutkan bahwa masyarakat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan program pencetakan sawah baru seluas 250 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan di Papua Barat Daya.


"Yang sudah kami rasakan yaitu bantuan jagung pipil, yang kedua padi. Kami sudah siap mencetak 250 hektare sawah," ungkapnya.


Apresiasi serupa juga disampaikan Yasin, petani asal Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian atas berbagai dukungan yang telah diberikan kepada petani di daerahnya.


Menurut Yasin, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian memberikan harapan baru bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat.


Ia pun mendoakan agar Presiden Prabowo senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin Indonesia.


"Ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden yaitu Bapak Prabowo bersama Menteri Pertanian yang telah membantu kami selaku petani yang ada di Desa Padengo. Alhamdulillah kami doakan semoga beliau sehat-sehat selalu dan selalu diberikan petunjuk untuk memimpin negara maupun khususnya di daerah Provinsi Gorontalo ini," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Petrus Syattle, menilai PENAS XVII menjadi ajang strategis bagi petani dari seluruh Indonesia untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.


Menurut Petrus, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut mampu menjadi sarana memperluas wawasan petani mengenai teknologi pertanian, inovasi budidaya, hingga pengembangan agribisnis yang lebih modern dan berkelanjutan.


"Kesan kami, kami rasa bangga karena adanya kegiatan kontak tani ini, KTNA ya. KTNA ini bisa menjadi motivasi bagi kami, khususnya di timur," ujarnya.


Petrus mengatakan keikutsertaan rombongan petani dari Papua Barat Daya dalam PENAS XVII bertujuan agar mereka dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus mengadopsi praktik-praktik pertanian yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia.


"Kami membawa petani untuk mereka belajar, supaya mereka juga bisa sama dengan saudara-saudara lain di Indonesia," katanya.


PENAS XVII menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, nelayan, akademisi, dan pelaku usaha untuk mendorong kemajuan sektor pertanian nasional. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah para peserta sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pembangunan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di seluruh wilayah Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas