Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Jerman

16 Juni 2026, 16:59 WIB

 

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Jerman

INDOTORIAL.COM - JAKARTA, – Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Ibu Negara Elke Büdenbender tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Senin (15/6/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama puluhan tahun.


Pesawat yang membawa Presiden Frank-Walter Steinmeier dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.20 WIB. Kedatangan kepala negara sahabat tersebut disambut secara resmi oleh sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia maupun Jerman.


Tampak hadir menyambut kedatangan Presiden Jerman, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Republik Indonesia Ralf Beste, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Abdul Kadir Jailani, serta Atase Pertahanan Jerman Kolonel (GS) Marcus Thiel.


Prosesi penyambutan berlangsung dengan penuh khidmat dan mencerminkan penghormatan Indonesia terhadap kunjungan kenegaraan pemimpin negara sahabat. Pasukan jajar kehormatan yang berdiri tegap di sepanjang jalur penyambutan menjadi bagian dari tradisi diplomatik yang diberikan kepada kepala negara yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.


Setelah turun dari pesawat, Presiden Frank-Walter Steinmeier bersama Ibu Elke Büdenbender berjalan melewati barisan pasukan kehormatan yang diiringi alunan musik drumben. Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional Indonesia yang turut memeriahkan kedatangan tamu negara tersebut.


Presiden Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender terlihat sejenak menyaksikan pertunjukan budaya yang disuguhkan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kendaraan resmi yang telah disiapkan. Penyambutan budaya tersebut menjadi simbol keramahan Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada para tamu negara.


Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman ke Indonesia dinilai memiliki arti strategis bagi kedua negara. Indonesia dan Jerman selama ini menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia.


Hubungan bilateral Indonesia-Jerman juga terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Jerman menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa, sementara Indonesia merupakan mitra strategis Jerman di kawasan Asia Tenggara.


Melalui kunjungan kenegaraan ini, kedua negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi yang telah berjalan sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan. Selain mempererat hubungan diplomatik, pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara juga menjadi sarana untuk membahas berbagai isu global dan regional yang menjadi perhatian bersama.


Usai mengikuti prosesi penyambutan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Presiden Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Elke Büdenbender dan rombongan dijadwalkan menuju Istana Merdeka, Jakarta.


Di Istana Merdeka, Presiden Jerman akan menjalani rangkaian agenda kunjungan kenegaraan, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah kesepahaman dan penguatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi prioritas kedua negara.


Kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk terus menjaga hubungan persahabatan yang kuat serta memperluas kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Jerman di masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas