Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global yang Dinamis

12 Juni 2026, 17:31 WIB

 

Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global yang Dinamis

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang berlangsung di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).


Dalam pidatonya, Presiden menyoroti kondisi global yang saat ini mengalami perubahan sangat cepat. Menurutnya, dinamika geopolitik internasional membuat hubungan antarnegara menjadi semakin sulit diprediksi, sehingga Indonesia perlu tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.


“Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa lawan siapa,” ujar Presiden Prabowo.


Ia menegaskan bahwa Indonesia beruntung memiliki fondasi politik luar negeri yang kuat sejak awal kemerdekaan, yakni politik non-aligned atau nonblok yang menempatkan Indonesia tidak berpihak kepada kekuatan global tertentu.


Indonesia Pilih Bersahabat dengan Semua Negara


Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan politik luar negeri bebas aktif merupakan bentuk konsistensi Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.


Menurutnya, Indonesia akan terus menjalin hubungan baik dengan seluruh negara tanpa terikat pada aliansi atau pakta militer mana pun.


“Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan. Kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun,” tegas Presiden.


Sejak menerima mandat sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo mengaku langsung mengarahkan kebijakan luar negeri nasional untuk tetap melanjutkan prinsip politik nonblok dan bebas aktif yang selama ini menjadi ciri khas diplomasi Indonesia.


Ia juga mengingatkan pentingnya memperluas persahabatan dengan negara lain sebagai strategi menjaga stabilitas dan kepentingan nasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali mengutip prinsip diplomasi yang selama ini dikenal luas.


“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” katanya.


Posisi Strategis Indonesia Semakin Diperhitungkan Dunia


Presiden Prabowo menilai posisi Indonesia saat ini semakin kuat dan strategis di berbagai forum internasional. Sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia memiliki peran penting dalam berbagai organisasi dan forum global yang berpengaruh terhadap arah kebijakan dunia.


Menurut Presiden, keanggotaan Indonesia di berbagai organisasi internasional menjadi modal penting dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat global.


“Kita Indonesia ini, negara terbesar di ASEAN. Kita anggota APEC, anggota Konferensi Islam, OKI, sekarang anggota BRICS, anggota G20,” ujarnya.


Keberadaan Indonesia di forum-forum tersebut dinilai semakin memperkuat posisi diplomasi nasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, hingga pembangunan.


Diplomasi untuk Kepentingan Rakyat Indonesia


Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan baik dengan berbagai negara bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.


Karena itu, komunikasi dan kunjungan kenegaraan ke berbagai negara menjadi langkah penting untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan serta menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang dihormati di dunia internasional.


Presiden menekankan bahwa Indonesia ingin menjadi mitra yang baik bagi seluruh negara, baik di kawasan maupun di tingkat global.


“Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu. Politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik,” jelasnya.


Dengan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, pemerintah optimistis Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional, memperkuat posisi diplomatik di panggung internasional, serta membuka lebih banyak peluang kerja sama yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


Sikap tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus menjadi negara yang independen, menjunjung perdamaian dunia, dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai tantangan geopolitik global yang terus berkembang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas