Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo: Indonesia Harus Kembali Berpegang pada Warisan Pemikiran Pendiri Bangsa

12 Juni 2026, 17:28 WIB

 

Prabowo: Indonesia Harus Kembali Berpegang pada Warisan Pemikiran Pendiri Bangsa

INDOTORIAL.COM - BANDAR LAMPUNG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya bangsa Indonesia kembali berpegang teguh pada warisan pemikiran para pendiri bangsa sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan nasional. Menurutnya, kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai jika seluruh elemen bangsa tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar yang telah dirumuskan oleh para pendiri negara sejak awal kemerdekaan.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).


Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia sempat menjauh dari pemikiran dan cita-cita luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. Padahal, menurutnya, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi yang sangat kuat, visioner, dan relevan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.


Presiden Prabowo menilai salah satu warisan terbesar yang berhasil menyatukan Indonesia adalah Sumpah Pemuda. Ia menyoroti keputusan para pendiri bangsa yang memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, meskipun bukan berasal dari kelompok mayoritas.


“Pendiri-pendiri bangsa kita telah mewarisi kepada kita hal-hal yang luar biasa. Salah satunya adalah Sumpah Pemuda, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Bahasa yang dipilih bukan bahasa mayoritas, melainkan bahasa yang mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.


Menurut Kepala Negara, langkah visioner tersebut menjadi bukti kecemerlangan para pendiri bangsa dalam membangun identitas nasional yang mampu menyatukan keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang ada di Indonesia.


Selain Sumpah Pemuda, Presiden juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai warisan fundamental yang telah menjaga persatuan bangsa selama puluhan tahun. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak menganggap keberadaan Pancasila sebagai sesuatu yang biasa, karena ideologi tersebut memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dan keutuhan negara.


“Pancasila telah mempersatukan kita. Kadang-kadang generasi sekarang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, di tengah berbagai tantangan global, Pancasila menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Indonesia tetap kokoh,” katanya.


Presiden Prabowo kemudian mengajak masyarakat untuk melihat berbagai konflik dan peperangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal yang sangat berharga, yaitu persatuan nasional yang telah dibangun sejak awal berdirinya negara.


Menurutnya, persatuan bangsa merupakan aset strategis yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk merawat nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri negara.


Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti pentingnya Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai pedoman utama dalam menjalankan pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus selalu berpijak pada konstitusi agar arah pembangunan tetap jelas dan sesuai dengan tujuan bernegara.


Presiden mengibaratkan pembangunan Indonesia seperti proses mendirikan sebuah gedung yang membutuhkan rancangan atau cetak biru yang jelas. Tanpa pedoman yang tepat, pembangunan berisiko kehilangan arah dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan.


“Kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu rancang bangun bangsa. Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa blueprint atau gambar teknis. Kalau kita menyimpang dari cetak biru, maka gedung itu bisa runtuh. Bangsa ini sebenarnya sudah memiliki blueprint yang jelas,” tegasnya.


Melalui pidatonya di hadapan para pengusaha muda HIPMI, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda dan pelaku usaha, untuk kembali memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945.


Ia meyakini bahwa dengan kembali berpegang pada warisan pemikiran para pendiri bangsa, Indonesia akan memiliki arah pembangunan yang lebih kuat, terukur, dan mampu menghadapi tantangan global di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas