Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Dorong Modernisasi dan Hilirisasi Rumput Laut di Rote Ndao

23 Mei 2026, 21:03 WIB

 

Wapres Gibran Dorong Modernisasi dan Hilirisasi Rumput Laut di Rote Ndao

INDOTORIAL.COM - Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya modernisasi alat produksi dan hilirisasi industri rumput laut saat berdialog langsung dengan para petani di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/05/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional, khususnya pengembangan komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam agenda tersebut, Wapres juga meninjau potensi industri garam dan budidaya rumput laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir Rote Ndao.


Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan ketahanan pangan nasional serta hilirisasi komoditas unggulan agar Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi.


Potensi Rumput Laut Rote Dinilai Sangat Besar


Dalam dialog bersama petani, Wapres Gibran menilai potensi budidaya rumput laut di Rote Ndao sangat besar, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.


“Hari ini kami khusus ke Rote untuk meninjau pabrik garam dan juga rumput laut. Kita lihat tadi sebenarnya potensinya luar biasa, tapi belum benar-benar dimaksimalkan,” ujar Wapres.


Menurutnya, kualitas rumput laut asal Rote memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan daerah lain, terutama dari kandungan karaginannya yang tinggi. Kandungan tersebut menjadi salah satu bahan penting dalam industri makanan, kosmetik, hingga farmasi, sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri hilir di daerah.


Wapres menegaskan bahwa Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia harus mulai berfokus pada pengolahan produk di dalam negeri.


“Kalau kita sekarang sudah salah satu produsen dan eksportir rumput laut terbesar di dunia, tapi kita nggak boleh ngirim barang mentah terus. Jadi harus bisa diolah di sini Pak. Jadi ada hilirisasi rumput laut,” tegasnya.


Petani Rumput Laut Minta Dukungan Sarana Produksi


Dalam kesempatan tersebut, perwakilan sekitar 300 petani rumput laut Desa Daiama menyampaikan sejumlah kebutuhan utama guna meningkatkan produktivitas budidaya mereka.


Beberapa kebutuhan yang diajukan antara lain tali nilon ukuran 8 mm dan 2 mm, bibit rumput laut unggul, sampan fiber, hingga mesin ketinting 0,5 GT untuk mendukung aktivitas melaut.


Wapres menilai para petani masih menggunakan metode dan peralatan yang sangat tradisional, sehingga perlu dukungan modernisasi sarana produksi agar hasil panen dan kualitas produk meningkat.


“Saya lihat tadi memang alat-alat yang digunakan masih sangat tradisional sekali. Jadi ini mungkin ke depan butuh alat-alat pengering, gudang, dan juga mungkin perlu dibutuhkan juga pabrik packaging di sini,” ungkapnya.


Selain alat produksi, Wapres juga menyoroti pentingnya penguatan fasilitas pascapanen seperti tempat pengeringan, gudang penyimpanan, sortir produk, hingga pengemasan modern agar rumput laut Rote memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.


Modernisasi Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Petani


Menurut Wapres Gibran, modernisasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari penggunaan bibit unggul, perbaikan sampan dan alat produksi, hingga pengolahan hasil panen.


“Yang sekarang sudah berjalan aja, masih tradisional ya, udah bagus seperti ini. Apalagi nanti kalau sudah ada modernisasi. Ada bibit unggul, sampannya kita perbaiki, alat-alatnya kita perbaiki. Untuk pascapanennya ada pengeringan, gudang, sortir, packing,” ujarnya.


Kelompok ibu-ibu petani rumput laut juga menyampaikan harapan adanya bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan agar usaha budidaya yang mereka jalankan dapat berkembang lebih optimal.


Menanggapi hal tersebut, Wapres meminta pemerintah daerah melakukan pendataan yang lebih rinci terkait kebutuhan para petani. Langkah tersebut dinilai penting agar intervensi maupun bantuan dari pemerintah pusat nantinya dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata.


Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut antara lain Melki Laka Lena, Paulus Henuk, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dedelusy Dethan, serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jems Riwu.


Dengan dorongan modernisasi dan hilirisasi industri rumput laut ini, pemerintah berharap Rote Ndao dapat berkembang menjadi salah satu pusat industri rumput laut nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekonomi daerah.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas