Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Krisis Global dan Dukung Pembangunan Nasional

22 Mei 2026, 17:07 WIB

 

Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Krisis Global dan Dukung Pembangunan Nasional

INDOTORIAL.COM - BADUNG, BALI – Gibran Rakabuming Raka mengajak generasi muda Indonesia, khususnya Pemuda Muhammadiyah, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendukung pembangunan nasional di era pemerintahan Prabowo Subianto.


Ajakan tersebut disampaikan Wapres saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali, Kamis (21/05/2026).


Dalam sambutannya, Gibran menegaskan bahwa kondisi global saat ini sedang menghadapi dinamika besar yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Menurutnya, krisis geopolitik, perang dagang, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.


“Ini adalah momen-momen yang penuh dinamika, ini adalah krisis global, geopolitik yang tidak menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, disrupsi teknologi, ini waktunya anak-anak muda, sesama anak muda saling bergandengan tangan,” ujar Gibran.


Wapres menilai, kolaborasi lintas organisasi kepemudaan sangat penting agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang besar di tengah bonus demografi yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Ia menekankan bahwa mayoritas penduduk Indonesia nantinya akan berada pada usia produktif, sehingga peran generasi muda menjadi sangat strategis.


“Pemerintah tidak bisa sendiri, apalagi nanti kita ada bonus demografi, di mana sebagian besar penduduk kita ada pada usia yang produktif,” katanya.


Menurut Gibran, bonus demografi merupakan momentum penting yang hanya datang satu kali dalam sejarah bangsa. Karena itu, ia meminta generasi muda Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan terus meningkatkan produktivitas serta daya saing.


“Ini adalah saat yang sangat penting, sangat krusial, karena momen ini hanya datang satu kali dan tidak akan terulang lagi,” tegasnya.


Selain membahas tantangan global dan bonus demografi, Gibran juga mendorong Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua.


Ia mengatakan, pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, hingga transformasi digital di daerah terpencil membutuhkan kontribusi nyata dari generasi muda Indonesia.


“Mohon lebih sering-sering mengadakan acara atau mengirim teman-temannya ke area-area 3T,” pinta Gibran kepada jajaran Pemuda Muhammadiyah.


Wapres bahkan mengaku telah beberapa kali mengunjungi Papua untuk memastikan berbagai program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah terpencil. Karena itu, ia berharap kader Pemuda Muhammadiyah dapat turun langsung melihat kondisi lapangan sekaligus ikut membantu pembangunan daerah.


“Kalau bisa mungkin kunjungan berikutnya kita ajak teman-teman Pemuda Muhammadiyah ke Papua, biar tahu keadaan real di sana seperti apa,” ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Pemuda Muhammadiyah yang dinilai konsisten melahirkan kader muda unggul dan berakhlak yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis nasional.


“Pemuda Muhammadiyah ini adalah mitra strategis pemerintah,” ungkap Wapres.


Sementara itu, Abdul Mu'ti yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah harus tetap hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan bangsa.


Menurutnya, kader Pemuda Muhammadiyah tidak hanya dipersiapkan sebagai kader organisasi, tetapi juga kader umat dan bangsa yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.


“Setinggi apapun Pemuda Muhammadiyah mencapai prestasi, mereka harus tetap membumi dan hadir di tengah rakyat,” tegas Abdul Mu’ti.


Di sisi lain, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan optimisme organisasinya terhadap pemerintah di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks.


Menurutnya, keberanian generasi muda mengambil peran sejarah menjadi kunci menghadapi dinamika zaman saat ini.


“Sejarah tidak pernah memilih mereka yang nyaman, tetapi memilih mereka yang kuat bertahan di tengah badai,” kata Dzulfikar.


Usai menghadiri agenda Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, Wapres Gibran dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur untuk meninjau sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari pengembangan industri garam, budidaya rumput laut, hingga pembangunan kawasan 3T di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas