Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Nelayan Gorontalo Kini Nikmati Fasilitas Melaut yang Lebih Murah dan Mudah

13 Mei 2026, 17:46 WIB

 

Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Nelayan Gorontalo Kini Nikmati Fasilitas Melaut yang Lebih Murah dan Mudah

INDOTORIAL.COM - KOTA GORONTALO – Kehidupan masyarakat pesisir di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, kini mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Kawasan yang selama ini dikenal dengan berbagai keterbatasan fasilitas penunjang aktivitas melaut, perlahan berkembang menjadi sentra pemberdayaan nelayan melalui hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih.


Program yang digagas sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan nasional tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga membuka harapan baru bagi para nelayan tradisional. Mulai dari ketersediaan es balok dengan harga lebih murah, gudang penyimpanan ikan, hingga fasilitas pendukung operasional melaut, semuanya kini dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat pesisir.


Perhatian pemerintah terhadap pembangunan kawasan pesisir semakin terlihat ketika Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kehadiran Presiden di kawasan pesisir Gorontalo tersebut menjadi simbol kuat bahwa sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.


Bagi masyarakat nelayan Leato Selatan, dampak program tersebut sudah mulai dirasakan secara nyata. Salah satunya diungkapkan oleh Suhardi Darisse, nelayan setempat yang telah puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari laut.


Menurut Suhardi, fasilitas yang kini tersedia sangat membantu aktivitas nelayan sehari-hari, terutama terkait kebutuhan es balok yang selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar saat melaut.


“Kami ini sudah merasa terbantu. Dulu untuk mendapatkan es harus menggunakan transportasi tambahan karena mengambil di kota. Sekarang sudah tersedia di sini dan harganya jauh lebih murah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, sebelumnya harga es balok bisa mencapai Rp13 ribu per balok. Namun setelah pabrik es di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih mulai beroperasi, harga turun menjadi sekitar Rp6.500 per balok.


Bagi nelayan jaring seperti dirinya, kebutuhan es sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan selama berada di laut. Bahkan saat musim ikan sedang bagus, satu kapal nelayan bisa membutuhkan puluhan balok es dalam satu malam.


“Kalau musim ikan bagus, satu unit usaha bisa membutuhkan sampai 50 balok es dalam semalam. Jadi kebutuhan es ini memang sangat besar,” katanya.


Hadirnya fasilitas tersebut membuat para nelayan lebih hemat dari sisi biaya operasional sekaligus mengurangi waktu tempuh untuk memenuhi kebutuhan melaut.


Optimisme serupa juga disampaikan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu. Ia menyebut pengelolaan kawasan dilakukan langsung oleh koperasi kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis komunitas.


“Ini merupakan program Presiden melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang mengelola Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.


Menurut Abdul Rahman, kawasan tersebut kini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan dan perikanan. Fasilitas itu antara lain kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.


Ia menambahkan, seluruh fasilitas mulai dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat nelayan, terutama pabrik es yang telah beroperasi selama dua bulan terakhir.


“Alhamdulillah nelayan sudah memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama es balok untuk kebutuhan melaut,” ujarnya.


Sebelum fasilitas tersebut tersedia, para nelayan harus menempuh perjalanan hingga 8 sampai 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar. Kondisi itu dinilai cukup membebani biaya operasional para nelayan kecil.


Kini, dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, akses terhadap kebutuhan dasar melaut menjadi jauh lebih mudah dan terjangkau.


Di tengah semilir angin pesisir Gorontalo, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan baru, tetapi juga simbol tumbuhnya harapan masyarakat nelayan terhadap peningkatan kesejahteraan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, akses yang dekat, serta pengelolaan berbasis masyarakat, nelayan Leato Selatan kini menatap masa depan dengan optimisme yang lebih besar.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas