Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

29 April 2026, 17:14 WIB

 

Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 28 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah yang diterapkan di TPST BLE Banyumas, mulai dari tahap awal pengumpulan hingga pengolahan akhir. Fasilitas ini dinilai mampu mengintegrasikan berbagai tahapan pengelolaan sampah dalam satu sistem yang efisien, sekaligus memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menekan volume limbah.


TPST BLE Banyumas sendiri dikenal sebagai salah satu model pengelolaan sampah modern di Indonesia yang mengusung konsep ekonomi sirkular. Dalam sistem ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.


“Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media usai peninjauan.


Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan TPST BLE tidak terlepas dari penggunaan teknologi yang sederhana namun tepat sasaran. Menurutnya, pendekatan ini justru menjadi keunggulan karena mudah direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.


“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif, ya,” tambahnya.


Dari sisi fasilitas, TPST BLE Banyumas dilengkapi dengan berbagai peralatan utama yang mendukung proses pengolahan sampah secara menyeluruh. Beberapa di antaranya adalah pre shredder, tromol screen, mesin pencacah organik, mesin pembersih sampah, serta sistem konveyor. Seluruh perangkat ini bekerja secara terintegrasi untuk mempermudah proses pemilahan dan pengolahan sampah secara efisien.


Tak hanya fokus pada pengurangan volume sampah, TPST BLE juga mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi. Di antaranya adalah genteng plastik, paving block berbahan plastik baik manual maupun injection, maggot segar untuk pakan ternak, kasgot atau pupuk organik, hingga bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF).


Keberadaan TPST BLE Banyumas juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain membantu mengatasi persoalan sampah, fasilitas ini membuka peluang lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis lingkungan.


Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau dan kemandirian daerah. Melalui pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan, pemerintah berupaya mengubah paradigma lama—dari sampah sebagai masalah menjadi sumber peluang ekonomi yang bernilai.


Dengan model seperti TPST BLE Banyumas, diharapkan semakin banyak daerah di Indonesia yang dapat mengadopsi sistem serupa. Hal ini tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas