INDOTORIAL.COM - Mojokerto – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di era digital. Hal tersebut disampaikan saat menyapa para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, yang berlokasi di Jalan Raya Tirtowening, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan Wapres Gibran usai bersilaturahmi dengan para kiai setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Wapres, penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi pelengkap penting bagi santri agar mampu beradaptasi dan berkontribusi aktif di tengah pesatnya transformasi digital.
“Santri ini ngajinya sudah pasti baik, akhlaknya baik. Tapi harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Harus melek AI, nanti kita kirim guru juga untuk pelajaran coding,” ujar Gibran di hadapan para santri dan pengasuh pondok pesantren.
Santri Diminta Bijak Gunakan Teknologi
Di tengah derasnya arus informasi digital, Wapres Gibran juga mengingatkan para santri agar bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya penggunaan gawai dan media sosial. Ia menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpapar hoaks.
“Yang bawa HP atau smartphone harus bisa memilih dan memilah berita-berita yang baik. Jangan sampai terpapar oleh hoaks,” tegasnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda menjadi kelompok paling aktif mengakses informasi digital. Wapres berharap, santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dampak dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Selain membahas penguatan kapasitas santri, Wapres Gibran turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia meminta agar program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, dapat dijalankan secara optimal hingga ke daerah.
“Saya titip ke Pak Bupati Mojokerto, mohon program-program dari pemerintah pusat dan dari Pak Presiden Prabowo agar bisa dijalankan dengan baik di sini,” tandasnya.
Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan manfaat kebijakan nasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk lingkungan pesantren.
Siap Kembali dengan Program Teknologi Gratis
Menutup kunjungannya, Wapres Gibran mengungkapkan rencana untuk kembali berkunjung ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah dengan membawa program penguatan kapasitas santri di bidang teknologi, seperti AI dan robotik.
“Saya biasanya kalau ke pondok bawa guru AI dan guru robotik untuk mengajar santri-santri secara gratis. Ini saya masih hutang, nanti saya ke sini lagi bawa guru-gurunya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa serta Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Syaifuddin Chalim. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berakhlak, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman digital.
(Indotorial.com)
