Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegur Keras Pemda Bali soal Sampah, Siap Ambil Alih Penanganan Demi Selamatkan Pariwisata

3 Februari 2026, 15:41 WIB

 

Presiden Prabowo Tegur Keras Pemda Bali soal Sampah, Siap Ambil Alih Penanganan Demi Selamatkan Pariwisata

Indotorial.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan teguran terbuka kepada jajaran pemerintah daerah di Provinsi Bali, mulai dari gubernur hingga para bupati, terkait persoalan sampah yang dinilai semakin serius dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional. Presiden menegaskan, masalah sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya langsung mencoreng citra Indonesia di mata dunia.


Teguran tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas serta kerja nyata, bukan saling menyalahkan antara pemerintah pusat dan daerah.


“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegas Presiden Prabowo.


Presiden secara khusus menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang menurutnya sudah sangat memprihatinkan. Ia mengungkapkan bahwa keluhan mengenai kebersihan Bali bahkan datang langsung dari tokoh-tokoh internasional yang baru saja berkunjung ke Pulau Dewata.


“Dia ngomong ke saya, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.’ Saya terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” ujar Presiden.


Menurut Kepala Negara, pariwisata merupakan sektor strategis yang paling cepat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, potensi tersebut akan hilang jika lingkungan, terutama destinasi unggulan seperti Bali, tidak dijaga dengan baik.


Presiden Prabowo bahkan menyebut kondisi pantai Bali pada Desember 2025 sebagai contoh nyata buruknya pengelolaan sampah. Ia mempertanyakan bagaimana wisatawan bisa merasa nyaman berkunjung jika pantai-pantai dipenuhi sampah.


“Ini real, lho. Bali bulan Desember 2025. Bagaimana turis mau datang kalau yang dilihat sampah?” katanya, sambil menyapa langsung gubernur dan para bupati di Bali.


Dalam kesempatan itu, Presiden meminta kepala daerah untuk mengambil tanggung jawab penuh atas kebersihan lingkungan. Ia mendorong pelibatan sekolah, masyarakat, hingga aparatur pemerintah dalam kegiatan kerja bakti rutin sebagai langkah konkret.


Lebih tegas lagi, Presiden menyatakan bahwa pemerintah pusat siap mengambil alih kepemimpinan penanganan sampah jika pemerintah daerah tidak bergerak cepat. Ia bahkan tidak segan mengerahkan TNI, Polri, BUMN, serta seluruh kementerian dan lembaga untuk terjun langsung membersihkan lingkungan.


“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintahkan Dandim, Danrem, gerakkan anak buahnya. Kepolisian juga. Korve terus. Ini demi menyelamatkan,” tegas Presiden.


Menutup arahannya, Presiden Prabowo menyerukan perang terhadap sampah. Menurutnya, sampah bukan hanya masalah estetika, tetapi ancaman serius bagi kesehatan publik dan lingkungan, bahkan berpotensi menimbulkan bencana.


Pesan Presiden ini menjadi peringatan keras sekaligus panggilan aksi bagi seluruh pemangku kepentingan. Keberlanjutan pariwisata Indonesia, khususnya Bali, hanya bisa terjaga jika lingkungan dilindungi dan kepemimpinan hadir secara tegas, cepat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas