INDOTORIAL.COM - WASHINGTON DC – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penegakan hukum yang tegas. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu (18/2/2026).
Menurut Presiden Prabowo, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dengan rekam jejak fiskal yang kredibel. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak pernah gagal bayar utang sepanjang sejarahnya, sekalipun menghadapi tantangan global dan dinamika politik yang kompleks.
“Kami telah mengelola perekonomian dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, bahkan pemerintah-pemerintah berikutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya, meski mungkin mereka adalah lawan yang sangat kuat satu sama lain,” ujar Presiden Prabowo.
Fokus pada Tantangan Sosial dan Pembangunan SDM
Meski begitu, Kepala Negara mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak. Pendekatannya, tegas Prabowo, adalah menghadapi masalah secara langsung dan mencari solusi terbaik.
“Saya berpendapat masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi,” tegas Presiden.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah akan mendirikan sepuluh universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine). Upaya ini ditujukan untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul di Indonesia.
“Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk menutup kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan langkah baru, dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,” jelas Presiden.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun 500 sekolah menengah berkualitas tinggi dan membuka kolaborasi pendidikan dengan universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.
Penegakan Hukum dan Tata Kelola Ekonomi
Dalam bidang tata kelola, Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat untuk memberantas korupsi dan aktivitas ekonomi ilegal, termasuk pertambangan dan pembalakan liar.
“Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di hutan lindung. Kami juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan regulasi,” ujarnya.
Presiden menambahkan, kepastian hukum dan regulasi menjadi prioritas utama untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik yang mendukung dunia usaha. “Penegakan hukum dan kepastian proses hukum akan menambah stabilitas sosial dan politik, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan bisnis dan ekonomi,” pungkasnya.
Indonesia di Panggung Global
Momentum Iftar di Washington DC menjadi simbol bahwa Indonesia hadir di panggung global dengan kekuatan ekonomi dan komitmen reformasi yang nyata serta berkelanjutan. Langkah-langkah konkret yang ditempuh pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, tata kelola, dan penegakan hukum diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi stabil dan sumber daya manusia unggul.
(Indotorial.com)
