Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo: Kemiskinan Masih Jadi Tantangan Besar, Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

2 Februari 2026, 15:51 WIB

 

Presiden Prabowo: Kemiskinan Masih Jadi Tantangan Besar, Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

INDOTORIAL.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).


Dalam arahannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengajak seluruh jajaran pemerintah dan elemen bangsa untuk bersikap jujur melihat kondisi riil masyarakat. Meski Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan ekonomi.


“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden Prabowo.


Menurut Presiden, kekayaan alam yang melimpah seharusnya menjadi modal besar untuk menyejahterakan rakyat. Namun, hal tersebut hanya bisa terwujud jika dikelola dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan segelintir kelompok.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pengentasan kemiskinan bukanlah agenda satu pihak atau satu golongan saja. Ia mengajak seluruh elemen bangsa—tanpa memandang latar belakang politik, kepentingan kelompok, maupun afiliasi partai—untuk bersatu dan bekerja bersama.


“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan peran strategis para pemimpin dan elit di berbagai sektor. Ia menyebut bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


“Sekarang saya gugah kita semua sebagai pemimpin. Mari kita membulatkan tekad, membenahi diri kita, lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita,” kata Presiden Prabowo.


Selain soal ekonomi dan kemiskinan, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan nasional. Ia menolak sikap saling bermusuhan akibat perbedaan pilihan politik. Menurutnya, dinamika kalah dan menang dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu untuk mengabdi kepada bangsa.


“Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.


Presiden menegaskan komitmennya untuk memimpin secara inklusif dan adil, tanpa membedakan daerah, kelompok, maupun latar belakang politik. Ia memastikan bahwa seluruh kebijakan dan arah pemerintahan ditujukan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.


“Tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas