Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Pasar Potikelek Wamena, Dukung Peran Mama-Mama Pedagang Papua Pegunungan

15 Januari 2026, 11:50 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Pasar Potikelek Wamena, Dukung Peran Mama-Mama Pedagang Papua Pegunungan

INDOTORIAL.COM - WAMENA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan ke Pasar Potikelek, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/01/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga sekaligus penggerak ekonomi rakyat di wilayah pegunungan Papua.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung aktivitas jual beli di pasar tradisional, sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat setempat. Pasar Potikelek dikenal sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi rakyat di Jayawijaya yang selalu ramai, terutama oleh mama-mama Papua yang menjajakan hasil kebun, buah-buahan, hingga kerajinan khas daerah.


Kegiatan Wapres Gibran ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya perhatian khusus pemerintah terhadap pelaku ekonomi kecil, terutama perempuan. Presiden mendorong penguatan pasar rakyat sebagai ruang ekonomi yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan, melalui penjagaan harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi barang, serta peningkatan kualitas fasilitas pasar agar pedagang dapat berusaha dengan aman dan nyaman.


Setibanya di Pasar Potikelek, Wapres disambut oleh Bupati Jayawijaya Athenius Mirip, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Jayawijaya Alpius, serta Kepala Pasar Potikelek Yuanita Gombo. Suasana penyambutan berlangsung hangat, ditandai dengan prosesi adat berupa pemakaian topi tradisional oleh mama-mama pedagang kepada Wapres.


Di tengah keriuhan pasar dan antusiasme masyarakat, Wapres Gibran kemudian berkeliling menyusuri los-los pasar sambil berdialog langsung dengan para pedagang. Pasar Potikelek menampung ratusan pedagang dengan komoditas utama berupa sayur-mayur, buah-buahan, daun hipere, madu, serta berbagai kerajinan lokal seperti noken.


Kepala Disperindagkop Jayawijaya, Alpius, menjelaskan bahwa kondisi Pasar Potikelek hingga saat ini relatif stabil, baik dari sisi pasokan barang maupun harga kebutuhan pokok.


“Jumlah pedagang di Pasar Potikelek ini ada di atas seratus orang. Pasar ini selalu penuh dan menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli dari berbagai distrik,” ujar Alpius.


Ia menambahkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Jayawijaya.


“Harga kebutuhan pokok terus kami kontrol. Inflasi Jayawijaya saat ini berada di kisaran 3,1 hingga 3,2 persen. Ini menunjukkan peredaran uang dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal dan terkendali,” katanya.


Menurut Alpius, kehadiran Wapres Gibran memberikan motivasi besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun perekonomian Papua Pegunungan.


“Kunjungan Bapak Wakil Presiden memberi semangat besar bagi kami. Harapannya pasar ini ke depan bisa dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih modern, tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat,” tuturnya.


Salah satu pedagang kerajinan, Serpina Pekade, mengaku Pasar Potikelek menjadi sumber utama penghidupan keluarganya. Ia menjual noken dan berbagai kerajinan khas Papua yang seluruhnya dibuat dengan tangan sendiri.


“Saya jual noken dari kulit kayu, baju, topi, tas, semua buatan sendiri. Dari hasil jualan ini saya bisa sekolahkan anak-anak sampai kuliah,” ungkap Serpina.


Sementara itu, Mama Nyora, pedagang sayur, mengatakan aktivitas jual beli di pasar sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.


“Kalau jualan ramai, kami bisa beli beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan lain untuk dibawa pulang,” katanya.


Pengunjung Pasar Potikelek, Suryani (43), warga asal Toraja yang telah 14 tahun menetap di Wamena, menilai pasar tersebut cukup lengkap dan menjadi pilihan utama masyarakat.


“Sayur dan buah di sini lengkap, termasuk kerajinan khas Papua. Harapannya mama-mama pedagang bisa terus mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.


Sebagai informasi, Pasar Potikelek memiliki empat los utama dan sekitar 60 kios, dengan jumlah pedagang lebih dari 100 orang. Keberadaan pasar ini menjadi urat nadi ekonomi rakyat Jayawijaya, sekaligus simbol ketahanan ekonomi mama-mama Papua Pegunungan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas