Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Papua Jadi Kawasan Strategis Swasembada Energi Nasional

17 Desember 2025, 10:46 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Papua Jadi Kawasan Strategis Swasembada Energi Nasional

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan menjadikan Papua sebagai salah satu kawasan strategis dalam pengembangan swasembada energi. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).


Menurut Presiden Prabowo, Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk kepentingan daerah maupun nasional. “Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua,” ujar Presiden.


Pemerintah juga tengah mendorong pemanfaatan energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan tenaga air, sebagai solusi bagi wilayah-wilayah terpencil. Presiden menilai, perkembangan teknologi membuat energi surya semakin terjangkau, sementara pembangkit listrik tenaga air skala kecil bisa dimanfaatkan di daerah-daerah sulit dijangkau.


“Kalau ada tenaga surya dan tenaga air, tidak perlu kirim-kirim BBM mahal-mahal dari daerah-daerah lain,” kata Presiden.


Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pengembangan energi berbasis sumber daya lokal, termasuk bahan bakar nabati, sebagai bagian dari target jangka menengah pemerintah untuk mencapai swasembada energi dan pangan di seluruh daerah dalam lima tahun ke depan.


Menurutnya, kemandirian energi akan berdampak signifikan terhadap penguatan fiskal negara. Saat ini, impor BBM Indonesia mencapai sekitar Rp520 triliun per tahun. Dengan mengurangi impor, pemerintah bisa menghemat ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, yang kemudian dapat dialihkan untuk pembangunan daerah.


“Bayangkan kalau kita bisa potong setengah, berarti ada 250 triliun. Apalagi kita bisa potong lima ratus triliun. Lima ratus triliun itu berarti tiap kabupaten bisa punya, kemungkinan bisa punya satu triliun tiap kabupaten,” ujarnya.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyebut pemerintah telah menetapkan target konkret: mulai tahun depan, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dengan target penghentian impor bensin secara bertahap dalam empat tahun ke depan.


Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Presiden meminta para gubernur dan bupati, khususnya di Papua, untuk melakukan koordinasi erat dengan komite percepatan pembangunan, pemerintah pusat, Bappenas, serta kementerian terkait. Kepala daerah diminta menyusun prioritas utama sesuai kebutuhan dan tantangan di wilayah masing-masing.


“Tidak mungkin kita bisa selesaikan semua seketika, tapi kalau kita punya prioritas saudara-saudara, kita akan cocokkan dengan kemampuan yang bisa kita lakukan sekarang,” tegas Presiden.


Dengan langkah strategis ini, pemerintah berharap Papua tidak hanya menjadi penghasil energi nasional, tetapi juga pendorong pembangunan daerah, sekaligus mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas