INDOTORIAL.COM - SOLOK — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Lubuk Sikarah menggelar pertemuan bersama jajaran pengurus TP-PKK tingkat kecamatan dan kelurahan. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Gerakan PKK, Dasawisma, dan Posyandu sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program PKK di tingkat kelurahan.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 84 pengurus inti TP-PKK. Peserta terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Pokja I hingga Pokja IV, serta jajaran TP-PKK Kecamatan Lubuk Sikarah dan kelurahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Lubuk Sikarah yang diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Septy Nora. Sejumlah pengurus TP-PKK Kecamatan Lubuk Sikarah juga hadir, di antaranya Wakil Ketua Inneke Rahmadewi, Sekretaris Winda, Bendahara Rahma, serta para Ketua Pokja.
Perkuat Administrasi dan Dokumentasi PKK
Wakil Ketua TP-PKK Kecamatan Lubuk Sikarah, Inneke Rahmadewi, dalam sambutannya mengatakan pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga bagian dari pembinaan terhadap pelaksanaan Gerakan PKK, Dasawisma, dan Posyandu.
Selain itu, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program PKK Kelurahan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.
Menurut Inneke, kelengkapan administrasi menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian dari seluruh kader. Administrasi tersebut mencakup Buku 1 hingga Buku 6, termasuk dokumentasi kegiatan yang menjadi bagian dari laporan pelaksanaan program.
“Keberhasilan kegiatan PKK sangat dipengaruhi oleh administrasi dan dokumentasi yang baik. Diharapkan ada kerja sama yang solid dari seluruh pengurus, mulai dari tingkat RT hingga kecamatan,” ujar Inneke.
Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja secara terkoordinasi sehingga setiap program yang telah direncanakan tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga memiliki dokumentasi dan administrasi yang jelas.
Hal tersebut penting karena kegiatan PKK berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat kelompok masyarakat hingga kecamatan. Dengan administrasi yang tertib, perkembangan setiap program juga lebih mudah dipantau dan dievaluasi.
Kampai Tabu Karambia Disiapkan Ikuti Lomba Tingkat Provinsi
Dalam arahannya, Septy Nora turut menyoroti persiapan Kelurahan Kampai Tabu Karambia (KTK) yang masuk dalam nominasi terbaik tingkat Kota Solok tahun 2024.
Kelurahan tersebut selanjutnya akan mengikuti lomba tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2025. Karena itu, seluruh unsur TP-PKK diminta mempersiapkan berbagai program unggulan yang dapat mendukung penilaian dan menunjukkan hasil nyata dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Septy Nora mengimbau masing-masing Pokja untuk menyusun dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kelurahan.
“Sebagai kader PKK, peran aktif dalam menyukseskan 10 Program PKK sangat diharapkan. Selain itu, kader PKK dapat bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membuat program yang relevan,” kata Septy Nora.
Menurutnya, kolaborasi dengan OPD dapat membuka peluang bagi TP-PKK untuk mengembangkan kegiatan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dengan kerja sama tersebut, program PKK diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat.
Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Keluarga
Salah satu gagasan program inovatif yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti warung hidup, dapur hidup, hingga budidaya ikan menggunakan kolam.
Program tersebut dinilai memiliki manfaat yang cukup luas. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perekonomian keluarga.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga dapat dikaitkan dengan upaya penanggulangan stunting melalui penyediaan pangan yang lebih beragam dan bergizi di lingkungan keluarga.
Konsep ini sekaligus mendorong kader PKK untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, lahan yang sebelumnya tidak digunakan dapat menjadi sumber pangan tambahan bagi keluarga.
Belajar dari Studi Banding
Pertemuan TP-PKK Kecamatan Lubuk Sikarah juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari pengurus yang sebelumnya mengikuti studi banding ke TP-PKK Bandar Buat, Kota Padang.
Hasil studi banding tersebut menjadi bahan inspirasi untuk mengembangkan program-program yang dapat diterapkan di wilayah Lubuk Sikarah.
Pengalaman dari daerah lain diharapkan dapat menjadi referensi bagi kader untuk melihat berbagai inovasi yang sudah berjalan, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi lokal.
Dalam pengembangan program, kader tidak harus menyalin seluruh kegiatan dari daerah lain. Program yang sudah ada dapat disesuaikan, dikembangkan, dan dibuat lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Persiapan Dasawisma Jadi Perhatian
Selain pembinaan program PKK, Septy Nora juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi penilaian Dasawisma.
Setiap wilayah diminta memastikan adanya minimal dua kelompok Dasawisma yang siap menjadi percontohan. Persiapan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dari sisi kegiatan, administrasi, dokumentasi, dan kondisi lingkungan.
Menurut Septy Nora, keberhasilan program Dasawisma sangat bergantung pada konsistensi kader dalam menjalankan kegiatan sekaligus mencatat setiap proses yang dilakukan.
“Lakukan apa yang dicatat, dan catat apa yang dilakukan. Amati, tiru, modifikasi, dan inovasikan untuk menciptakan program yang berdampak nyata,” pungkas Septy Nora.
Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat baru dari seluruh pengurus TP-PKK Kecamatan Lubuk Sikarah. Para kader diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Melalui pembinaan TP-PKK, penguatan Dasawisma, Posyandu, pemanfaatan pekarangan, serta kerja sama dengan berbagai pihak, program pemberdayaan keluarga di Kecamatan Lubuk Sikarah diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan Gerakan PKK tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga oleh konsistensi kader dalam menjalankan program, tertib administrasi, dokumentasi yang lengkap, serta kemampuan menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan keluarga dan masyarakat.
(Team Indotorial)


