Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia, Fokus Transparansi dan Penegakan Hukum

21 Oktober 2026, 22:13 WIB

 

OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia, Fokus Transparansi dan Penegakan Hukum

INDOTORIAL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia dengan fokus pada peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas pasar modal sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.


Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, setelah mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam pertemuan itu, OJK melaporkan perkembangan terkini sektor keuangan nasional, termasuk kondisi pasar modal Indonesia.


Friderica menjelaskan bahwa laporan kepada Presiden mencakup perkembangan stabilitas sektor keuangan serta sejumlah langkah yang perlu terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.


“Tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan terkini, tentu saja terkait dengan stabilitas sektor keuangan,” ujar Friderica dalam keterangannya bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Indonesia.


OJK Perkuat Transparansi dan Likuiditas Pasar Modal


Salah satu perhatian utama OJK dalam agenda reformasi pasar modal adalah meningkatkan transparansi dan likuiditas perdagangan. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk membangun pasar modal yang kredibel, terbuka, dan mampu memberikan lingkungan investasi yang lebih baik bagi masyarakat.


Transparansi menjadi salah satu unsur penting dalam aktivitas pasar modal karena investor membutuhkan informasi yang memadai untuk mengambil keputusan investasi. Keterbukaan informasi juga berperan dalam membantu pelaku pasar memahami kondisi perusahaan serta perkembangan perdagangan saham.


Sementara itu, peningkatan likuiditas diharapkan dapat mendukung aktivitas transaksi agar pasar modal semakin aktif. Pasar yang likuid memungkinkan investor melakukan transaksi dengan lebih mudah, meskipun tingkat likuiditas setiap saham dapat berbeda-beda.


Friderica menegaskan bahwa OJK akan meneruskan agenda reformasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pasar modal Indonesia.


“Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia kami juga sampaikan kepada beliau, dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal terkait dengan peningkatan transparansi kemudian likuiditas,” jelasnya.


Melalui langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi investor domestik maupun asing.


Penegakan Hukum Pasar Modal Jadi Perhatian


Selain transparansi dan likuiditas, penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal juga menjadi perhatian dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto.


OJK memastikan bahwa penindakan terhadap pihak-pihak yang melanggar ketentuan akan terus diperkuat. Upaya ini mencakup penanganan berbagai praktik perdagangan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.


Penegakan hukum menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pasar modal. Tanpa pengawasan dan penindakan yang konsisten, kepercayaan investor terhadap mekanisme perdagangan dan perlindungan hak-hak mereka berpotensi terganggu.


Friderica menyampaikan bahwa pesan Presiden turut menekankan pentingnya penegakan aturan terhadap pelaku pelanggaran, termasuk praktik perdagangan yang disebut dalam keterangannya sebagai coordinative trading.


“Pesan khusus juga terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait dengan coordinative trading dan lain sebagainya,” ungkap Friderica.


Ia menambahkan, OJK akan terus menjaga kredibilitas dan integritas pasar modal melalui langkah penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi.


“Sehingga kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas dan juga terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi. Dan ini harapannya menimbulkan efek jera,” lanjutnya.


Dengan penegakan aturan yang konsisten, OJK berharap pelaku pasar semakin memahami pentingnya menjalankan aktivitas perdagangan sesuai ketentuan. Efek jera juga diharapkan dapat mencegah terulangnya pelanggaran serupa pada masa mendatang.


Jumlah Investor Ritel Domestik Capai 32,7 Juta SID


Di tengah agenda reformasi pasar modal, OJK juga menyoroti pertumbuhan jumlah investor ritel domestik yang telah mencapai sekitar 32,7 juta Single Investor Identification (SID).


SID merupakan identitas tunggal investor yang digunakan dalam aktivitas di pasar modal Indonesia. Pertumbuhan jumlah SID tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang tercatat sebagai investor pasar modal.


Menurut Friderica, besarnya jumlah investor domestik menjadi perhatian penting bagi pengembangan pasar modal ke depan. Masyarakat yang telah masuk ke pasar modal memiliki harapan agar instrumen investasi tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun keuangan jangka panjang.


“Apalagi sekarang dengan domestic investor retail kita sudah mencapai 32.700.000 SID yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya.


Meski demikian, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pasar, keterbukaan informasi, pengawasan, serta perlindungan investor. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang memadai dan pemahaman terhadap risiko yang mungkin dihadapi.


Reformasi Diharapkan Perkuat Kepercayaan Investor


Kelanjutan reformasi pasar modal Indonesia menjadi salah satu langkah OJK dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas industri jasa keuangan. Fokus pada transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib dan dipercaya oleh para pelaku pasar.


Bagi investor, keterbukaan informasi dan konsistensi penegakan aturan merupakan faktor penting dalam menilai kualitas pasar modal. Sementara bagi perusahaan yang menghimpun dana melalui pasar modal, lingkungan investasi yang kredibel dapat mendukung kepercayaan investor terhadap aktivitas usaha dan keterbukaan perusahaan.


OJK berharap reformasi yang terus berjalan dapat menjadikan pasar modal Indonesia sebagai tempat investasi jangka panjang yang semakin baik bagi masyarakat. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat daya tarik pasar modal nasional di tengah persaingan untuk menarik investasi.


Ke depan, keberhasilan agenda reformasi tidak hanya bergantung pada kebijakan yang ditetapkan, tetapi juga pada pelaksanaan pengawasan, keterbukaan informasi, serta konsistensi penindakan terhadap pelanggaran.


Dengan jumlah investor ritel domestik yang telah mencapai sekitar 32,7 juta SID, penguatan tata kelola pasar modal menjadi semakin penting agar pertumbuhan partisipasi masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kredibilitas, integritas, dan perlindungan investor.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas