INDOTORIAL.COM – Pemerintah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa untuk memperkuat pembangunan nasional. Salah satu kelompok yang dinilai memiliki peran strategis adalah kalangan akademisi, khususnya para guru besar yang memiliki kepakaran, pengalaman, dan kapasitas keilmuan di berbagai bidang.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong para guru besar untuk tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kepakaran yang dimiliki para profesor perlu dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dan nyata bagi kemajuan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat menerima sejumlah guru besar yang tergabung dalam Persatuan Profesor Guru Besar Indonesia (PERGUBI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (10/08/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk membahas berbagai persoalan pembangunan nasional sekaligus tantangan yang saat ini dihadapi dunia pendidikan tinggi dan akademik.
Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran menekankan bahwa para guru besar memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan pembangunan. Kontribusi tersebut tidak harus terbatas pada ruang kampus, penelitian, maupun kegiatan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam memberikan gagasan dan solusi bagi kepentingan bangsa.
Ketua 6 DPP PERGUBI, Haryono Umar, mengatakan Wapres mendorong para guru besar agar lebih aktif mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan bersama Wapres.
“Jangan hanya sibuk di kampus saja, tapi juga betul-betul bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran di pembangunan kita,” tutur Haryono Umar dalam keterangannya usai pertemuan.
Wapres Gibran Soroti Optimalisasi Sumber Daya Indonesia
Selain mendorong keterlibatan akademisi, Wapres Gibran juga menekankan pentingnya melihat potensi Indonesia secara menyeluruh. Indonesia memiliki sumber daya manusia, sumber daya alam, serta berbagai potensi lainnya yang dinilai perlu dikelola secara lebih optimal untuk mendukung kemajuan nasional.
Menurut Haryono, arahan Wapres tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh potensi yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Agar Indonesia bisa menarik, memanfaatkan semua sumber daya yang ada di Indonesia ini untuk kemajuan Indonesia,” ungkap Haryono.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan guru besar dan kalangan akademisi sebagai bagian penting dari upaya mengoptimalkan sumber daya nasional. Dengan pengalaman serta keahlian yang dimiliki, para profesor dinilai dapat memberikan masukan berbasis ilmu pengetahuan untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan pembangunan.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi juga dinilai penting untuk memastikan berbagai kebijakan tidak hanya disusun berdasarkan pertimbangan praktis, tetapi turut mendapatkan dukungan dari kajian ilmiah dan pengalaman akademik.
Guru Besar Didorong Keluar dari Ruang Akademik
Pertemuan Wapres Gibran dengan PERGUBI juga memberikan perspektif baru bagi para guru besar mengenai ruang kontribusi yang bisa diperkuat di tengah agenda pembangunan nasional.
Haryono mengatakan, dialog tersebut memberikan banyak pelajaran bagi para guru besar. Menurutnya, kalangan akademisi dapat merefleksikan kembali peran strategis yang dapat mereka jalankan agar ilmu pengetahuan yang dimiliki memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan negara.
“Kami sendiri sebagai guru besar, banyak juga pelajaran-pelajaran yang kami bisa tarik dari situ,” tutupnya.
Dorongan Wapres Gibran tersebut mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah dan akademisi dalam pembangunan nasional. Pemerintah membutuhkan masukan dari kalangan yang memiliki kompetensi dan pengalaman, sementara para guru besar memiliki kesempatan untuk membawa hasil pemikiran, riset, serta kepakaran mereka agar berdampak langsung terhadap masyarakat.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pembangunan Indonesia sekaligus membantu mengidentifikasi berbagai persoalan secara lebih objektif. Dengan keterlibatan akademisi yang lebih aktif, pembangunan nasional diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memanfaatkan seluruh potensi Indonesia secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Umum DPP PERGUBI Gimbal Doloksaribu, Wakil Dewan Penasihat DPP PERGUBI Bomer Pasaribu, Sekretaris 1 DPP PERGUBI Istianingsih, dan Sekretaris 2 DPP PERGUBI Cecep Darmawan.
(Indotorial.com)
