Iklan

Iklan

,

Iklan

Duka Mendalam Wapres Gibran atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dorong Investigasi Menyeluruh PBB

2 April 2026, 17:23 WIB

 

Duka Mendalam Wapres Gibran atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dorong Investigasi Menyeluruh PBB

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Peristiwa duka ini terjadi dalam dua insiden berbeda di wilayah Lebanon Selatan. Insiden pertama menimpa satu prajurit yang gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026. Sementara itu, dua prajurit lainnya gugur sehari kemudian, Senin, 30 Maret 2026, setelah konvoi logistik UNIFIL yang mereka kawal terkena ledakan.


Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu, 1 April 2026, Wapres Gibran menyebut ketiga prajurit tersebut sebagai putra terbaik bangsa yang telah menjalankan tugas mulia di kancah internasional. Ia menyampaikan belasungkawa secara langsung atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.


“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian di Lebanon,” ujar Gibran.


Lebih dari sekadar kehilangan, peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global. Wapres menegaskan bahwa kontribusi TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam mendukung keamanan internasional.


Ia juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah gugur. Menurutnya, dedikasi dan keberanian mereka patut dikenang sebagai teladan bagi generasi mendatang.


“Penghormatan tertinggi bagi para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” tegasnya.


Selain menyampaikan duka cita, Wapres Gibran juga menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Indonesia dalam mendorong investigasi menyeluruh oleh PBB. Investigasi ini dinilai penting untuk mengungkap secara transparan penyebab kedua insiden yang merenggut nyawa prajurit Indonesia tersebut.


Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memastikan setiap proses berjalan dengan cermat dan akuntabel. Termasuk dalam hal pemulangan jenazah para prajurit ke tanah air dengan penghormatan militer yang layak.


Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur dalam tugas negara.


Kehilangan ini menjadi duka tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Di sisi lain, peristiwa ini kembali menegaskan peran penting Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus menunjukkan risiko besar yang dihadapi prajurit di medan tugas.


Sebagai negara yang aktif dalam misi penjaga perdamaian, Indonesia terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan stabilitas global. Gugurnya tiga prajurit TNI ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dunia tidak datang tanpa pengorbanan.


Dengan adanya dorongan investigasi dari pemerintah, diharapkan kejelasan atas insiden ini dapat segera terungkap, sekaligus menjadi evaluasi penting dalam meningkatkan keamanan bagi pasukan perdamaian di masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas